Mukomuko, Satujuang.com – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Alfattah Nailul Anwar menerima kunjungan dari PT Bank Bengkulu Cabang Kabupaten Mukomuko, Rabu (12/7/22).
PT Bank Bengkulu yang diwakili oleh Kasi Pemasaran Ajie Ganesya didampingi Sandi staf pemasaran ini selain silaturahmi juga melihat-lihat perkembangan pondok pesantren.
Rombongan PT Bank Bengkulu di sambut oleh Gus Huda yang didampingi Ketua Yayasan Bapak Sukemi, Sekretaris Yayasan Singgih Pramono dan Teguh WIBowo selaku Bendahara yayasan.
Selain itu, dalam kunjungan tersebut Bank Bengkulu juga menyerahkan bantuan dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Bengkulu kepada yayasan pesantren sebesar Rp.50 juta rupiah.
Dalam sambutannya, Kasi Pemasaran Bank Bengkulu Cabang Kabupaten Mukomuko, Ajie Ganesya mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bank Bengkulu terhadap lembaga pendidikan dan keagamaan yang ada di Kabupaten Mukomuko.
“Anggaran ini bersumber dari CSR. Harapan kami, anggaran ini dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan pengajuan surat yang disampaikan kepada kami,” ujar Ajie.
Ajie melanjutkan, kedepannya dalam penggunaan anggaran tersebut pihak pengelola yayasan dapat menyampaikan dokumentasi untuk kelengkapan pertanggungjawaban.
“Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak mampu membantu dalam jumlah yang besar, semoga ini bisa bermanfaat,” ujar Ajie kepada awak media saat diwawancara.
Sementara itu, pembina Yayasan Ponpes Alfattah Nailul Anwar, Gus Huda, menyambut dengan suka cita kedatangan perwakilan Bank Bengkulu.
“Atas nama Yayasan Ponpes, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik baiknya,” ucap Gus Huda.
Untuk diketahui, Yayasan Ponpes Alfattah Nailul Anwar sedang membangun 3 lokal ruang belajar siswa SMP, 4 lokal asrama putra dan 3 lokal ruang belajar siswa SD serta 6 unit kamar mandi/wc bagi santri.
Semuanya itu dibangun untuk menunjang kelancaran aktivitas baik siswa santri maupun dewan guru.
Selain itu pihak pengelola Yayasan juga menyiapkan satu unit bus antar jemput bagi siswa santri warga sekitar yang tidak menginap di asrama Ponpes. (red/zul)











