Mukomuko, Satujuang.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu menanggapi sorotan publik terkait pengerjaan proyek yang sedang mereka kerjakan.
Terkait proyek penahan tebing (bronjong) senilai Rp35 miliar di jalur Desa Rawa Mulya SP7 menuju Dusun Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko.
Melalui Koordinator Proyek BWS Sumatera VII, Alvian Defarian, pihak balai membantah dugaan yang diarahkan atas proyek tersebut.
Menjawab tuduhan pengabaian transparansi publik, Alvian menegaskan bahwa papan informasi proyek secara resmi telah terpasang di lokasi pengerjaan sejak awal kegiatan.
“Papan nama proyek ada dan terpasang di lokasi pekerjaan, silakan dicek secara langsung di lapangan,” tegas Alvian saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/26) malam.
Terkait kualitas batu pengisi kawat bronjong yang dipertanyakan warga, BWS Sumatera VII memastikan seluruh material telah melalui pengujian dan verifikasi ketat oleh tim konsultan pengawas sebelum dipasang.
Alvian merincikan skema dan komposisi batu yang digunakan dalam struktur bronjong tersebut:
- Ukuran Batu Utama: Mayoritas batu yang digunakan berukuran besar sehingga tidak lolos dari lubang anyaman kawat berdiameter 15 centimeter.
- Batu Pengisi (Gap Filler): Setelah susunan batu utama terbentuk, digunakan batu berukuran lebih kecil sebagai pengisi celah kosong sekaligus pengikat komposisi agar struktur kawat padat dan kokoh.
- Pengawasan Teknis: Konsultan pengawas resmi selalu berada di lokasi untuk memverifikasi kelayakan material sebelum dilakukan pengisian.
Lebih lanjut Alvian menegaskan, pihak mereka terbuka jika masyarakat ingin melakukan koordinasi dan konfirmasi langsung di lokasi pengerjaan.
Sebelumnya, proyek pelindung erosi berdana APBN Tahun 2026 ini sempat mendapat kritik dari warga setempat terkait transparansi dan kekhawatiran akan ketahanan struktur bangunan.
Dengan adanya klarifikasi teknis ini, BWS Sumatera VII memastikan pengerjaan proyek tetap berjalan sesuai standar mutu dan ketentuan kontrak yang berlaku demi keamanan masyarakat Mukomuko. (Red)











