Mukomuko, Satujuang.com – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam membenahi sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil konkret di tingkat nasional.
Melalui perbaikan data dan administrasi yang dilakukan secara menyeluruh, puluhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Mukomuko kini berhasil menembus tahapan lanjutan program revitalisasi pendidikan tahun 2026 yang digulirkan pemerintah pusat.
Tak hanya menyasar PAUD, program intervensi pusat ini juga sukses menjaring lembaga pendidikan nonformal di daerah.
Tercatat, dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ikut masuk dalam daftar calon penerima bantuan, memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Mukomuko.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita MM, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah lembaga yang lolos ini tidak terlepas dari strategi pembaruan data yang agresif dilakukan pihaknya.
Awalnya, hanya ada 19 PAUD yang diajukan pada akhir tahun 2025 lalu. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang dan penyempurnaan administrasi, jumlahnya melonjak signifikan.
“Perbaikan data menjadi kunci utama. Dari 19 PAUD yang diusulkan, kini berkembang menjadi 31 PAUD yang dipanggil mengikuti tahapan lanjutan program revitalisasi,” tegas Arni Gusnita, Kamis (25/6/26).
Keberhasilan menembus program pusat ini mendapat apresiasi sekaligus perhatian khusus dari Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kabupaten Mukomuko Wisnu Hadi SE.
Kendati memuji kinerja Disdikbud, Wisnu mengingatkan jajaran eksekutif agar tidak cepat berpuas diri di tingkat usia dini saja.
Wisnu mendesak agar komitmen pencocokan data dan pengawalan program ini juga diterapkan secara ketat pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mukomuko.
Langkah ini dinilai mendesak agar sekolah-sekolah di bawah naungan pemda bisa ikut kecipratan anggaran pusat.
“Saya berharap bukan saja di tingkat PAUD saja, tingkat SD dan SMP harus terus dikawal supaya dapat roda program tersebut,” ujar Wisnu Hadi.
Bukan tanpa alasan, Wisnu membeberkan fakta lapangan bahwa potret infrastruktur sekolah tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Mukomuko saat ini masih banyak yang memprihatinkan.
Banyak fasilitas belajar mengajar yang kondisinya sudah tidak layak dan mendesak untuk segera direhabilitasi.
Selain bangunan fisik, sektor pendidikan Mukomuko juga masih pincang dalam pemenuhan sarana penunjang digitalisasi dan kenyamanan kelas.
Kebutuhan akan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta pengadaan meja kursi belajar (mebeler) baru dinilai masih sangat tinggi di lapangan.
Oleh karena itu, Wisnu meminta Disdikbud Mukomuko untuk terus memantau pergerakan berbagai program strategis nasional lainnya di kementerian.
Mengingat keterbatasan APBD, program revitalisasi dari Jakarta merupakan tumpuan utama daerah untuk mendongkrak kualitas fasilitas sekolah.
“Program revitalisasi memang program andalan pusat untuk infrastruktur, saya berharap dinas terkait jangan sampai lengah,” pungkas Wisnu Hadi. (Adv/zul)











