Mukomuko, Satujuang.com – Pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir gencar menggulirkan program nasional Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting.
Di Kabupaten Mukomuko, program strategis ini berjalan sukses dan mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di berbagai kecamatan.
Perkembangan positif ini mendapat apresiasi dan perhatian khusus dari Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kabupaten Mukomuko, Wisnu Hadi SE.
Ia mengimbau masyarakat petani sawit di Mukomuko untuk tidak ragu memanfaatkan program nasional ini demi meningkatkan produktivitas kebun mereka.
“Alhamdulillah, apa yang dilakukan pemerintah pusat berjalan baik dan hasilnya sudah dirasakan masyarakat di beberapa kecamatan,” ujar Wisnu Hadi, Sabtu (27/6/26).
Wisnu menjelaskan, program ini sangat meringankan beban petani karena menyediakan bantuan dana stimulan sebesar Rp60 juta per hektare dari pemerintah pusat.
“Coba bayangkan, ada bantuan Rp60 juta per hektare. Kalau petani harus mandiri membuka lahan sendiri, biayanya sangat berat dan prosesnya panjang,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko memastikan akan terus mengawal dan memantau jalannya program replanting ini agar tepat sasaran.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Heri Bustaman, melalui Kabid Perkebunan, Yayan, menyatakan siap memfasilitasi para petani melalui kelompok tani yang diteruskan ke koperasi penunjuk.
“Kami selalu melakukan verifikasi terhadap setiap ajuan dari masyarakat. Apa pun kendala di lapangan, kita akan bantu dan dampingi proses pengajuannya,” kata Yayan.
Ia membeberkan kabar baik bahwa pada tahun anggaran ini, Dinas Pertanian tengah memproses verifikasi lahan yang diusulkan oleh masyarakat dalam jumlah besar.
“Alhamdulillah, tahun ini kami sedang memverifikasi usulan seluas 1.600 hektare lahan. Mudah-mudahan semuanya lolos dan bisa dikerjakan tahun ini juga,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan pihak koperasi selaku mitra kerja pihak ketiga, David, menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program replanting ini dengan kualitas terbaik.
“Kami dari koperasi sebagai pihak ketiga yang memfasilitasi dan mengerjakan program ini, berkomitmen penuh menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” tegas David.
David menambahkan, pihaknya aktif berkolaborasi dengan Dinas Pertanian untuk menjemput bola ke wilayah-wilayah yang capaian replanting-nya masih rendah.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang awalnya masih ragu atau belum tertarik mengikuti program peremajaan kelapa sawit tersebut.
“Sudah kita lakukan sosialisasi bersama di 5 kecamatan untuk menyampaikan manfaat program ini agar masyarakat semakin tertarik ikut serta,” pungkas David. (Adv/Zul)











