RUPSLB Tetapkan Iswahyudi Dirut Bank Bengkulu, Aprikie Putra Wijaya Komisaris

3 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Teka-teki mengenai pemegang komando tertinggi di PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu akhirnya terjawab.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, resmi melantik Iswahyudi sebagai Direktur Utama (Dirut) definitif Bank Bengkulu berdasarkan keputusan bulat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat Bank Bengkulu, Senin (22/6/26) hari ini.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Helmi Hasan juga melantik Aprikie Putra Wijaya sebagai Komisaris Independen Bank Bengkulu.

Pelantikan ini menjadi momentum krusial bagi bank kebanggaan masyarakat Bumi Rafflesia tersebut dalam memperkuat transformasi kelembagaan serta meningkatkan daya saing di sektor industri perbankan daerah.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa seluruh kepala daerah selaku pemegang saham memiliki komitmen, suara bulat, dan kesamaan pandangan tanpa adanya riak perbedaan pendapat dalam menentukan jajaran pimpinan baru ini.

“Dua keputusan penting sudah diambil oleh seluruh pemegang saham secara bulat. Tidak ada perbedaan pendapat, seluruh pemegang saham sepakat,” ujar Helmi di Kantor Pusat Bank Bengkulu.

Iswahyudi sendiri bukanlah sosok baru di internal Bank Bengkulu. Ia merupakan bankir karier yang merangkak dari bawah dan telah menempati berbagai posisi strategis.

Mulai dari Pemimpin Divisi Pemasaran, Kepala Cabang Utama, Direktur Bisnis, hingga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama selama satu tahun terakhir.

Pengalaman panjang inilah yang menjadi modal kuat untuk menakhodai Bank Bengkulu ke depan.

Helmi menjelaskan, sebelum nama Iswahyudi dan Aprikie diketok dalam forum RUPSLB, terdapat masing-masing dua kandidat yang dinyatakan lolos proses seleksi dan penyaringan ketat di tingkat otoritas keuangan pusat.

“Untuk Direktur Utama, yang sudah lulus OJK ada dua orang. Seluruh pemegang saham secara bulat memutuskan Iswahyudi sebagai Direktur Utama Bank Bengkulu,” jelas Helmi.

“Untuk Komisaris Independen juga ada dua calon yang telah lulus OJK. Pemegang saham secara bulat memutuskan Aprike Putra Wijaya sebagai Komisaris Independen,” sambungnya.

Merespons amanah besar yang dijatuhkan kepadanya untuk masa jabatan periode 22 Juni 2026 hingga 21 Juni 2030, Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyatakan kesiapan penuh untuk membawa bank daerah ini melompat lebih tinggi dan adaptif terhadap disrupsi teknologi.

“Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong inovasi agar Bank Bengkulu semakin kompetitif,” tegas Iswahyudi.

Ia memastikan bahwa di bawah komandonya, Bank Bengkulu akan meletakkan fokus operasional pada penguatan fundamental bisnis, akselerasi program transformasi digital perbankan.

Serta memperbesar porsi kontribusi pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor produktif lainnya di Provinsi Bengkulu.

Kilas Balik Polemik Kepemimpinan Bank Bengkulu

Terpilihnya Iswahyudi sebagai nakhoda definitif hari ini melewati proses transisi panjang organisasi selama satu tahun terakhir, berikut garis waktu (timeline) historisnya:

  • 20 Maret 2025: Terjadi perombakan mendadak, Beni Harjono (Dirut) beserta Juprizal Eka Putra (Direktur Kepatuhan) resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pada hari yang sama, manajemen menunjuk Iswahyudi sebagai Plt Direktur Utama Bank Bengkulu.
  • 13 Mei 2026: Setelah setahun memimpin masa transisi, Iswahyudi bersama Agus Syabarrudin dinyatakan resmi lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat.
  • 22 Juni 2026: Forum RUPSLB yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi perseroan secara bulat memilih Iswahyudi untuk dilantik sebagai Direktur Utama definitif Bank Bengkulu.

Dengan struktur kepemimpinan yang telah definitif dan sah ini, Bank Bengkulu optimistis mampu meningkatkan kepercayaan publik (public trust) serta siap menghadapi tantangan industri keuangan yang dinamis sebagai motor penggerak pembangunan di Bengkulu. (Satujuang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *