Waka I DPRD Minta Dinas Pertanian Jinakkan Masalah Pengairan di Dapil 3

2 menit baca

Mukomuko, Satujuang.com – Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus memacu peningkatan produksi pertanian di sektor tanaman pangan.

Melalui langkah pemantauan harian terhadap perkembangan pertanaman padi di seluruh wilayah, jajaran dinas terkait optimistis target luas tanam daerah tahun ini tidak hanya tercapai, melainkan berpeluang besar melampaui ketentuan yang dipatok pemerintah pusat.

Aksi pengawalan instensif ini digerakkan secara berkelanjutan melalui sinergi bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Setiap dinamika penambahan luas tanam riil di lapangan dicatat secara mendetail untuk menjadi basis data penentuan langkah strategis berikutnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman SP MP, mengungkapkan bahwa Mukomuko memiliki modal geografi yang sangat potensial dalam pengembangan ketahanan pangan, khususnya komoditas padi.

Berdasarkan pemetaan mutakhir, total Luas Baku Lahan Sawah (LBS) di Kabupaten Mukomuko saat ini tercatat mencapai 3.400 hektare.

“Potensi kita sangat besar. Pemantauan berkala dan pemutakhiran data luas tanam ini menjadi acuan penting bagi kami untuk mengukur capaian target dari pusat,” kata Hari Mustaman.

Perkembangan positif sektor pertanian ini mendapat atensi serius dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Mukomuko, Wisnu Hadi SE.

Ia mengapresiasi capaian luas tanam yang mampu melampaui target pusat, mengingat padi merupakan sumber pangan pokok masyarakat yang wajib dipertahankan dan dikembangkan secara konsisten.

Namun, di balik capaian surplus tersebut, Wisnu memberikan catatan kritis mengenai ketimpangan fasilitas pengairan yang masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang diwakilinya.

Wisnu membeberkan, masih banyak kawasan persawahan di Dapil 3 yang statusnya mengandalkan sistem tadah hujan.

Akibatnya, indeks pertanaman dan hasil panen para petani di wilayah tersebut berjalan tidak maksimal.

“Di wilayah Dapil 3, seperti di Kecamatan Ipuh dan Kecamatan Malin Deman, itu masih ada beberapa tempat yang sawahnya mengandalkan tadah hujan. Dampaknya, petani hanya bisa panen dua kali setahun, itu pun ada yang sekali panen dan hasilnya belum bisa maksimal,” ungkap Wisnu Hadi, Jumat (26/6/26).

Melihat kondisi tersebut, Politisi dari partai Hanura ini mendesak Dinas Pertanian untuk segera merumuskan solusi konkret guna mendongkrak dan memaksimalkan penghasilan para petani sawah di wilayah selatan tersebut.

Dua masalah klasik yang bersentuhan langsung dengan petani, yakni kendala infrastruktur pengairan (irigasi) dan serangan hama, harus menjadi prioritas penanganan ke depan.

“Ke depannya, mudah-mudahan ada solusi cepat dari Dinas Pertanian untuk memaksimalkan penghasilan petani di wilayah Dapil 3, terutama dalam mengatasi masalah pengairan dan penanggulangan hama tanaman,” pungkas Wisnu. (Adv/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *