Satujuang, Seluma- BPBD Seluma merespons cepat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Seluma pada Minggu (5/4), berdampak luas di sedikitnya sembilan kecamatan.
Data sementara dari BPBD mencatat ribuan warga terdampak, dengan sejumlah wilayah masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus.
Kecamatan Talo menjadi wilayah dengan dampak terbesar, mencapai 476 Kepala Keluarga (KK) atau 1.319 jiwa.
Sementara itu, Kecamatan Semidang Alas Maras mencatat 259 KK atau 759 jiwa terdampak banjir.
Di Kecamatan Ulu Talo, dua desa yakni Tanjung Agung dan Air Keruh terdampak dengan total 50 KK atau 215 jiwa.
Kecamatan Seluma Utara mencatat 34 KK atau 150 jiwa terdampak, sedangkan Kecamatan Seluma Timur terdapat 5 KK atau 25 jiwa yang juga terdampak banjir dan longsor.
Banjir di Kecamatan Seluma Selatan menyebabkan jembatan putus di Desa Padang Merbau, dengan total 19 KK atau 59 jiwa terdampak.
Selain itu, Kecamatan Ilir Talo mencatat 19 KK atau 57 jiwa terdampak banjir.
Di Kecamatan Lubuk Sandi, bencana tanah longsor menyebabkan akses jalan terputus, sementara di Kecamatan Sukaraja, banjir merendam sejumlah ruas jalan.
Kepala BPBD Seluma, Arben Muktiar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan melibatkan berbagai pihak dalam penanganan bencana.
“Alhamdulillah setelah kita rapat koordinasi, kita langsung merespon dampak bencana dipimpin langsung oleh pak wakil bupati,” ujar Arben Muktiar kepada Jurnalis Satujuang.com, Senin (6/4/26).
Arben menambahkan, aksi respons ini melibatkan seluruh lintas sektor, terutama Baznas dan Dinas Sosial, untuk menangani dampak bencana.
Distribusi bantuan untuk wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Ulu Talo dan Seluma Utara, belum dapat dilakukan hari ini akibat kendala waktu dan akses.
“Hari ini tidak bisa distribusi karena masih terkendala waktu dan akses jalan yang tertimbun longsor,” lanjut Arben.
Ia merencanakan distribusi akan dilakukan besok ke Desa Tanjung Agung, Air Keruh, dan Lubuk Resam di Kecamatan Ulu Talo.
BPBD bersama instansi terkait saat ini terus berupaya membuka akses jalan yang tertutup material longsor agar bantuan logistik dapat segera disalurkan kepada warga terdampak.
Hingga saat ini, pendataan masih terus dilakukan dan jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring masuknya laporan dari tim di lapangan. (da)











