Sedot Investasi Miliaran Tapi PAD Nihil, Waka I DPRD Mukomuko Desak BKD Tindak Tegas PDAM

2 menit baca

Mukomuko, Satujuang.com – Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kabupaten Mukomuko, Wisnu Hadi SE, angkat bicara menanggapi ramainya pemberitaan media massa terkait performa buruk PDAM Tirta Selagan.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum tersebut disorot tajam lantaran kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mukomuko masih nihil hingga tahun 2026.

Padahal, perusahaan plat merah ini diketahui telah menyerap dana investasi daerah hingga puluhan miliar rupiah.

Wisnu Hadi memberikan apresiasi tinggi kepada insan pers yang telah bergerak membeberkan fakta krusial ini ke permukaan.

Ia menegaskan, kebocoran ataupun kemandekan pendapatan daerah tidak boleh ditoleransi jika ingin pembangunan Mukomuko berjalan optimal.

“Hal ini tidak boleh terjadi. Kalau benar begitu, saya sangat mengapresiasi kawan-kawan media yang telah mengangkat fakta ini ke publik. Saya meminta BKD Kabupaten Mukomuko segera mengambil langkah tegas,” ujar Wisnu Hadi, Jumat (3/7/26).

Tidak hanya membidik PDAM Tirta Selagan, politisi senior ini juga melayangkan peringatan keras kepada instansi-instansi pemerintahan lainnya di lingkungan Pemkab Mukomuko.

Ia mendesak agar seluruh dinas atau lembaga yang memiliki potensi retribusi segera mengevaluasi kinerja mereka untuk menutup segala celah kebocoran PAD.

“Saya minta instansi lain yang berpotensi bocor PAD-nya agar bergerak cepat. Jangan sampai potensi kekayaan daerah kita hilang begitu saja,” tambahnya.

Nihilnya setoran dari PDAM Tirta Selagan sebelumnya dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko, Haryanto.

Menurut Haryanto, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, kas daerah belum pernah menerima sepeser pun kontribusi laba dari manajemen BUMD air minum tersebut.

“Untuk PAD dari PDAM Tirta Selagan sampai sekarang tidak ada. Masukan PAD dari PDAM memang belum ada. Baru dari BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang sudah mulai masuk menyetor PAD ke daerah,” ungkap Haryanto.

Kondisi ini memicu keheranan mendalam di tengah masyarakat. Pasalnya, ribuan pelanggan tetap aktif memenuhi kewajiban mereka membayar tagihan pemakaian air bersih setiap bulannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Tirta Selagan belum memberikan penjelasan ataupun rilis resmi terkait evaluasi internal, strategi peningkatan kinerja operasional, maupun komitmen kontribusi finansial bagi Pemkab Mukomuko ke depan. (Adv/Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *