Waka I DPRD Mukomuko Minta Dinas Pertanian Buru Dana Pusat untuk Program Bawang

2 menit baca

Mukomuko, Satujuang.com – Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kabupaten Mukomuko Wisnu Hadi SE memberikan atensi serius terhadap masa depan sektor pertanian daerah.

Legislator ini meminta Dinas Pertanian Mukomuko untuk bergerak agresif bergerilya menjaring kucuran dana dari pemerintah pusat demi menyokong program budidaya tanaman bawang.

Langkah taktis menjemput bola ke Jakarta ini dinilai sangat mendesak lantaran kondisi keuangan atau postur fiskal daerah saat ini sangat terbatas.

“Kebijakan efisiensi anggaran secara global membuat ruang gerak APBD kabupaten menyempit, sehingga dinas terkait dituntut kreatif mencari sumber pendanaan alternatif di luar daerah,” terang Wisnu dalam keterangannya, Rabu (24/6/26).

Wisnu mengapresiasi penuh kesuksesan uji coba budidaya bawang yang telah berjalan beberapa tahun ini karena menunjukkan hasil panen yang fantastis.

Namun, politisi Mukomuko ini mengingatkan agar dinas terkait tidak cepat berpuas diri dan meminta mereka segera memikirkan keberlanjutan program berskala besar lewat sokongan anggaran nasional.

“DPRD Mukomuko menaruh harapan besar agar Dinas Pertanian mampu memposisikan diri sebagai motor penggerak utama bagi diversifikasi atau keanekaragaman tanaman komoditas,” imbuhnya.

Langkah ini dinilai menjadi solusi jitu jangka panjang agar kantong ekonomi masyarakat tidak rapuh akibat bergantung pada satu komoditas saja.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Heri Bustaman mengatakan bahwa capaian memuaskan dari program uji coba tanam bawang yang telah mereka lakukan.

“Berdasarkan kalkulasi riil di lapangan, penggunaan modal satu ton bibit bawang terbukti mampu menghasilkan hasil panen bersih hingga mencapai delapan ton,” bebernya beberapa waktu lalu.

Heri memaparkan, proyek percontohan penanaman tersebut telah sukses dilaksanakan di beberapa titik yang tersebar di wilayah Kecamatan Air Manjuto dan Kecamatan Lubuk Pinang.

Kendati hasilnya terbukti melimpah dan menguntungkan secara ekonomi, dinas mengakui mayoritas petani lokal saat ini masih belum bayak yang tertarik untuk beralih.

“Menyikapi kendala psikologis petani tersebut, kami berkomitmen untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi langsung ke lapangan,” lanjutnya dengan optimis.

Pemerintah daerah ingin meyakinkan masyarakat bahwa di samping tanaman padi, budidaya bawang merah memiliki nilai jual tinggi yang sangat menjanjikan untuk mendongkrak kesejahteraan keluarga. (Zul/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *