Perjuangkan Pembangunan Jembatan Rusak, Kades Talang Ulu Temui Anggota DPR RI

3 menit baca

Satujuang, Bengkulu- Kades Talang Ulu, Ismail, dari Kecamatan Air Padang, Kabupaten Bengkulu Utara, menemui Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi pada Sabtu (11/4/26) untuk memperjuangkan pembangunan jembatan di desanya.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor DPW Nasdem, Provinsi Bengkulu.

“Jadi kami sudah bertemu dengan Ibu Erna Sari Dewi, beliau begitu antusias mendengarkan aspirasi dari kami menyoal pembangunan jembatan di desa kami,” ujar Ismail saat diwawancarai.

Ismail menjelaskan bahwa jembatan di desanya saat ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter, sehingga hanya bisa dilalui sepeda motor.

Ia berharap jembatan tersebut dapat dibangun dengan lebar tiga meter agar bisa diakses oleh mobil.

Jembatan ini merupakan penghubung vital bagi tiga kecamatan, yakni Air Padang, Batiknau, dan Padang Jaya.

Sekarang kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan sering rusak.

“Jembatan itu juga dimanfaatkan untuk warga membawa hasil panen,” ujar Ismail.

Ia menambahkan bahwa papan jembatan berulang kali diperbaiki menggunakan Dana Desa (DD).

“Namun sekarang DD sudah tidak mampu lagi membiayainya karena dialokasikan ke Koperasi Merah Putih,” tegasnya.

Sementara itu, Erna Sari Dewi menyatakan komitmennya untuk berjuang di DPR RI agar dana perbaikan infrastruktur dapat ditarik ke Bengkulu.

Melihat antusiasme tersebut, Anggota DPR Erna Sari Dewi bahkan merencanakan untuk menggelar reses di Desa Talang Ulu.

“Jalan, jembatan di Bengkulu banyak dalam kondisi memprihatinkan,” ungkap Erna.

Ia menegaskan akan berjuang sekuat tenaga agar infrastruktur Bengkulu mendapatkan perhatian.

Erna juga mengungkapkan rencana pembentukan Kaukus Pantai Barat di Pulau Sumatera untuk mengejar kesenjangan infrastruktur.

Kaukus ini akan terdiri dari anggota DPR RI Komisi V dari daerah pemilihan Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan.

“Kami akan bentuk kaukus menargetkan mengejar kesenjangan infrastruktur di wilayah Pesisir Barat Sumatera,” paparnya.

Erna menjelaskan bahwa kaukus tersebut akan fokus pada Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalur tol.

Sebagai contoh, Erna menyoroti Tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 16,7 kilometer yang belum terkoneksi dengan tol Sumatera.

“Kami tidak ingin infrastruktur tol telah dibangun mahal namun tidak efektif karena belum tersambung dengan tol Pulau Sumatera,” jelas Erna.

Dia akan meminta pemerintah untuk menyegerakan koneksi menuju Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Erna menyadari bahwa gagasan ini sulit terlaksana jika dilakukan sendiri, sehingga diperlukan kaukus bersama anggota DPR RI Komisi V dari provinsi terkait.

Erna juga mengkritisi buruknya infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Pesisir Barat Sumatera.

Di Kabupaten Bengkulu Tengah, ia mendapat informasi tentang seorang ibu yang meninggal dunia tersapu banjir bandang saat menyeberang sungai membawa hasil panen sawit.

“Ibu tersebut meninggal tersapu banjir bah beberapa tahun yang lalu karena jembatan tidak ada,” ungkap Erna.

Ia juga menyebutkan banyak warga sakit di Kabupaten Kaur yang harus ditandu karena jalan becek berlumpur.

Infrastruktur menjadi tantangan besar di Pulau Sumatera karena terdapat kesenjangan dibandingkan infrastruktur di Pulau Jawa.

“Support masyarakat, kerjasama kepala daerah dan banyak pihak sangat kami perlukan,” tutup Erna. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *