Kondisi Pasar Baru Koto Bengkulu Dikeluhkan Becek dan Pesing Setelah Revitalisasi

banner 468x60

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Kondisi Pasar Baru Koto Bengkulu yang baru direvitalisasi pada awal 2026 kini dikeluhkan pengunjung dan pedagang, bau pesing menyeruak, drainase buruk, lingkungan kotor, serta fasilitas yang membahayakan.

Alih-alih menjadi pusat perdagangan modern, pasar ini justru menunjukkan tanda-tanda kegagalan serius dalam penanganannya.

banner 336x280

Penelusuran di lapangan menemukan jalan akses menuju area pedagang becek, dipenuhi genangan air, dan bercampur sampah plastik serta limbah kotoran.

Permukaan jalan yang tidak rata memperparah keadaan, menyebabkan genangan menetap dan memunculkan bau tak sedap.

Situasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya kegagalan dalam perencanaan maupun pelaksanaan sistem drainase pada proyek revitalisasi tersebut.

Kondisi membahayakan juga ditemukan pada akses tangga menuju area kuliner, di mana air terus mengalir dari bagian atas bangunan dan membuat permukaan licin.

Hingga kini, tidak terlihat adanya upaya penanganan serius dari pihak pengelola maupun instansi terkait.

Struktur bangunan pasar juga menimbulkan pertanyaan, dengan beberapa bagian masih menggunakan atap seng sederhana dan terpal yang dipasang seadanya.

Di bawahnya, area terlihat lembap, basah, dan tidak tertata dengan baik, memperkuat dugaan revitalisasi dilakukan tanpa pengawasan maksimal.

Seorang pengunjung, Mia, secara tegas mengkritik kondisi tersebut pada Sabtu (11/4/26).

“Ini pasar baju, mainan anak, dan kuliner, tapi kondisinya seperti pasar ikan. Becek, bau, dan tidak nyaman,” ujar Mia.

Keluhan lebih keras datang dari pedagang yang mengaku harus bertahan dengan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari genangan air dan saluran pembuangan tidak optimal.

“Sudah lebih dari tiga bulan seperti ini. Bau tidak enak terus, kami khawatir bisa berdampak ke kesehatan,” ungkap salah satu pedagang.

Fakta bahwa kondisi ini berlangsung berbulan-bulan tanpa penanganan memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan pasca-proyek revitalisasi.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu, Noprizman, serta Wakil Wali Kota dan Wali Kota Bengkulu belum membuahkan hasil hingga berita ini diterbitkan.

Semesrinya revitalisasi pasar seharusnya tidak hanya berfokus pada tampilan fisik, tetapi juga memastikan fungsi dasar seperti drainase, sanitasi, dan keamanan fasilitas berjalan optimal.

Jauh sebelumnya lokasi ini juga sempat diperbaiki namun terbengkalai, kemudian sebuah gebrakan datang dan akhirnya pedagang pindah berjualan ke lantai 2.

Namun sekarang, lokasi yang semestinya menjadi tujuan kuliner justru menyajikan aroma yang tidak sedap.

Pemandangan ruangan kosong berlabel “Kantor Satpol-PP” menambah kesan horor lokasi ini jika pengunjung makan di malam hari.

Jika dibiarkan, proyek bernilai anggaran besar ini berpotensi menjadi pemborosan tanpa manfaat nyata bagi masyarakat, serta meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi pengunjung dan pedagang. (Red/BT)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *