Petani Perempuan di Seluma Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Usai ke Posyandu

2 menit baca

Seluma, Satujuang.com – Seorang petani perempuan warga Dusun Swadaya, Desa Sidosari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, ditemukan meninggal dunia di area kebun sawit pada Senin (20/7/26).

Korban diketahui bernama Isyati (60). Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dalam posisi telungkup di area kebun yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan penghubung Desa Sidosari menuju Desa Sidoluhur.

Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Wulan Rachmawati mengatakan, penemuan jenazah bermula saat tiga pekerja kebun melintasi lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Ketiga pekerja yakni Jamal (41), Adi Hartono (32), dan Jumakir (32) saat itu hendak memanen buah sawit milik Sujono.

Saat tiba di lokasi, para saksi melihat korban tergeletak telungkup. Mereka sempat memanggil korban beberapa kali dan menghidupkan mesin sepeda motor, namun tidak mendapat respons.

Karena korban tidak menunjukkan tanda kehidupan, ketiga saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sidoluhur, Sutrisno, serta warga sekitar.

Tak lama kemudian warga berdatangan. Salah satu warga mengenali korban yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi, lalu meneruskan informasi tersebut ke pihak keluarga.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Sukaraja bersama Tim Inafis Polres Seluma langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke rumah duka.

Pemeriksaan jenazah di rumah duka dipimpin Kaur Identifikasi Aipda Arysandi H, serta didampingi Kepala Desa Sidosari Sumardi dan Bidan Desa Fitri Ramayanti.

“Hasil identifikasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Iptu Wulan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 08.00 WIB Isyati masih sempat mengikuti kegiatan Posyandu di Balai Desa Sidosari.

Seusai Posyandu, korban berpamitan kepada anaknya, Riwanti, untuk pergi ke kebun sawit miliknya yang lokasinya tak jauh dari lokasi penemuan.

Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan memilih menerima kejadian ini sebagai musibah murni.

“Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan visum ataupun autopsi. Keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Iptu Wulan.

Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Kepolisian memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dan korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *