Satujuang, Seluma- Warga Desa Talang Rami, Seluma Utara, mengklaim Pemerintah Desa tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa 2025 terkait sejumlah proyek pembangunan yang bermasalah.
Dugaan tersebut mencuat setelah tokoh masyarakat setempat menyoroti pembangunan pengembangan jalan desa yang diduga tidak dilengkapi papan merek proyek, Selasa (27/1/26).
Dodon Supriadi, tokoh masyarakat, menjelaskan bahwa pembangunan jalan perluasan desa dari anggaran 2025 sepanjang 400 meter baru dikerjakan sekitar 200 meter.
“Kami selalu warga tidak pernah melihat papan merek proyek tersebut,” jelas Dodon.
Selain itu, warga Desa juga menyoroti belum rampungnya pekerjaan batu pasang yang bersumber dari Dana Desa 2025.
Kualitas fisik dua unit rabat beton yang telah dibangun turut dipertanyakan karena diduga tidak sesuai standar.
“Ada 2 unit rabat beton yang ketebalan betonnya itu hanya lebih kurang 3 cm atau seukuran 2 jari saja,” ungkap Dodon.
Dodon menambahkan, masyarakat menilai pemerintah Desa Talang Rami tidak terbuka dalam pengelolaan anggaran Dana Desa.
“Kami masyarakat merasa tidak adanya keterbukaan pemerintah Desa dalam mengelola anggaran negara, dan warga tidak akan segan melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila tidak ada kejelasan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Talang Rami belum memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut, dan awak media masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah desa. (Da)











