DBD Kembali Renggut Nyawa Pelajar SMP di Seluma

2 menit baca

Seluma, Satujuang.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggut korban jiwa di Kabupaten Seluma.

Seorang pelajar SMP Negeri 2 Seluma, Hamizan Putra Dinata (14), dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Tais pada Jumat (17/7/26).

Korban merupakan siswa kelas III dan berdomisili di Kelurahan Sembayat. Sebelum dinyatakan wafat, korban sempat mendapatkan perawatan medis selama tiga hari.

Pihak keluarga mengaku tidak menyangka Hamizan akan mengembuskan napas terakhir. Kondisi fisik remaja tersebut sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda membaik.

Korban bahkan masih sempat berkomunikasi dengan lancar bersama keluarga serta meminta untuk segera dipulangkan ke rumah.

Namun, saat memasuki fase kritis DBD, kondisi kesehatan Hamizan mendadak memburuk secara drastis.

Pada Rabu (15/7) sekitar pukul 20.14 WIB, korban mengalami muntah darah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang menangani.

Kasus duka ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat virus DBD di Kabupaten Seluma.

Dalam sepekan terakhir, tercatat sudah dua warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Sebelum kejadian ini, korban fatal pertama akibat DBD dilaporkan berasal dari Desa Air Latak, Kecamatan Seluma Barat.

Meningkatnya kasus kematian ini memicu kekhawatiran yang meluas di tengah masyarakat.

Kasi Kesra Desa Kunduran, Kecamatan Seluma Timur, Nurdin, yang juga merupakan paman kandung korban, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma segera melakukan langkah penanganan.

Nurdin meminta pihak terkait segera melakukan pengasapan (fogging) secara menyeluruh di wilayah desanya untuk memutus mata rantai penularan.

Menurutnya, ancaman DBD di wilayah tersebut sangat nyata. Selain keponakannya yang meninggal dunia, saat ini masih ada dua warga Desa Kunduran lainnya yang terpaksa dirawat di RSUD Tais karena terjangkit DBD.

“Saya memohon kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, agar dapat secepatnya bertindak melakukan fogging di desa kami. Sampai saat ini, selain sudah menelan korban jiwa, masih ada warga kami yang harus dirawat di rumah sakit,” ujar Nurdin.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan ataupun konfirmasi resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma mengenai langkah penanganan dan evaluasi lonjakan kasus tersebut. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *