Terombang-ambing Hingga Pulau Enggano, Misteri Jasad Pantai Kahyapu Ternyata Kru Kapal Liputan Krakatau

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Misteri penemuan jasad laki-laki tanpa identitas di Pantai Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara akhirnya terkuak secara terang benderang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah melalui tes DNA, korban terkonfirmasi bernama Surakhman, salah satu kru kapal Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mengangkut lima jurnalis dalam misi peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Jasad Surakhman terbawa arus samudra hingga terdampar di pulau terluar Provinsi Bengkulu usai tragedi naas yang menimpa kapal rombongan jurnalis tersebut.

Berikut fakta-fakta terkuaknya identitas jasad kru kapal Arupadhatu 1 di Enggano:

  • Penemuan Nelayan: Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan lokal pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB saat hendak melaut. Jasad tergeletak terlentang di atas pasir pantai hanya mengenakan celana pendek.
  • Bukan Warga Lokal: Kapolsek Enggano Iptu Khalid Wahyudi sejak awal memastikan bahwa korban bukan merupakan penduduk asli Pulau Enggano.
  • Kepastian Uji DNA: Kepastian identitas korban didapatkan usai aparat kepolisian melakukan pencocokan sampel tes DNA forensik dengan pihak keluarga.
  • Jejak Tragedi Selat Sunda: Penemuan jasad ini menjadi titik terang penting dalam rangkaian operasi pencarian kru dan rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Penemuan jasad Surakhman menjadi bukti duka mendalam bagi dunia jurnalistik dan kebencanaan.

Aparat kepolisian bersama tim SAR gabungan terus berkoordinasi intensif untuk melacak keberadaan korban dan bangkai kapal lainnya yang belum ditemukan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *