Anak Krakatau Bikin Masker Laris Manis di Bengkulu

2 menit baca

Kota Bengkulu, Satujuang.com – Ancaman paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau memicu lonjakan permintaan masker di Kota Bengkulu pada Senin (7/9/26).

Warga mulai berbondong-bondong memborong masker untuk kebutuhan harian serta persediaan di rumah.

Peningkatan penjualan salah satunya terpantau di Apotek Paten Farma 2, Jalan Kesehatan, kawasan depan RSUD M Yunus Bengkulu.

Pimpinan Apotek, M Rafi Amrian, mengungkapkan penjualan masker melonjak drastis sejak Minggu (6/9) malam seiring meningkatnya kewaspadaan warga.

Rafi menyebutkan, dalam kondisi normal apoteknya rata-rata hanya menjual dua kotak masker per hari. Namun, angka penjualan melonjak hingga puluhan kotak dalam sehari.

“Jika sebelumnya permintaan masker hanya sekitar dua bok rata-rata per hari, sekarang mengalami kenaikan signifikan hingga 20 box sampai 30 box lebih sejak Minggu malam,” ujar Rafi.

Meski permintaan meningkat tajam, Rafi memastikan harga masker di apoteknya masih relatif stabil di kisaran Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per kotak, tergantung jenis dan ketersediaan pasokan.

“Untuk harga sendiri tergantung dari barang yang kami dapatkan. Jika harga masih stabil, maka harga yang kami jual tetap sama,” tegasnya.

Kekhawatiran dampak abu vulkanik membuat warga kembali membiasakan diri menyiap pasokan masker di rumah.

Siti Fatimah, warga Sumur Dewa, mengaku sengaja membeli beberapa kotak masker untuk melindungi anggota keluarganya.

“Kita mulai takut juga dengan dampak abu vulkanik. Saya beli untuk stok di rumah biar bisa dipakai keluarga,” kata Siti.

Senada dengan Siti, Rendra, warga Sawah Lebar, juga membeli dua kotak masker guna mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat sebaran abu vulkanik.

“Beli masker agar tidak terhirup debu,” tuturnya. (Cik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *