Kota Bengkulu, Satujuang.com – Sempat hening dan jarang terlihat usai rumah pribadinya digeledah penyidik antirasuah, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, kini mulai eksis lagi di ruang publik.
Kemunculan nama sosok pejabat daerah tersebut terlihat terpampang pada papan bunga ucapan HUT TNI ke-81 di depan Mako Kodim 0407/Kota Bengkulu, Jalan Kilometer 6,5, Kota Bengkulu, Senin (5/10/26).
Papan bunga bertuliskan “Dirgahayu TNI ke-81 Tahun Noprisman ST, M.Si, Kadis PUPR Kota Bengkulu” itu menarik perhatian setelah dirinya lama tak muncul memberikan keterangan.
Sebagaimana diketahui, nama Noprisman sempat memanas pasca penggeledahan rumah pribadinya di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (24/7).
Dalam tindakan penggeledahan tersebut, penyidik menyita sedikitnya enam koper berisi dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai yang nilainya dikabarkan sebanyak Rp4,5 miliar.
Pasca penggeledahan, Noprisman terkesan membatasi aktivitas publik, meski jajaran Sekretariat Dinas PUPR mengklaim operasional dinas tetap berjalan.
Sekretaris Dinas PUPR Kota Bengkulu, Dian Fizaili, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menegaskan bahwa roda pelayanan publik di instansinya tidak terganggu oleh dinamika proses hukum tersebut.
“Aktivitas seperti biasa, kita tetap ngantor seperti biasa,” ujar Dian Fizaili memberikan klarifikasi.
Noprisman sendiri diketahui sempat hadir memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta pada Selasa (18/8) malam dengan didampingi tim penasihat hukumnya.
Usai pemeriksaan maraton, Kuasa Hukum Noprisman, Ranggi Setidady, menyampaikan bahwa kliennya bersikap kooperatif dan seluruh materi pertanyaan penyidik telah dijawab.
“Pemeriksaan hari ini aman, selesai semua. Alhamdulillah, insyaallah clean and clear. Insyaallah bisa dipertanggungjawabkan,” kata Ranggi usai mendampingi pemeriksaan di gedung KPK RI.
Mengenai temuan uang tunai Rp4,5 miliar di rumah kediaman Noprisman, Ranggi mengklaim dana tersebut murni milik pribadi yang disiapkan untuk alokasi pengerjaan operasional.
“Dan bisa dipertanggungjawabkan. Ada beberapa itu memang khusus untuk penggunaan proyek, tapi memang belum,” terangnya.
Ranggi turut membantah keras isu yang mengaitkan temuan uang tunai jumbo tersebut dengan aliran dana penyidikan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Nggak ada hubungan sama proyek IPAL,” tegas Ranggi memungkasi saat itu.
Meski proses hukum penyidikan KPK masih terus berlangsung, kehadiran nama Noprisman lewat ucapan papan bunga ucapan selamat tersebut menjadi isyarat perdana kembalinya sang pejabat ke ruang publik. (Red)












