Rohidin : Fatayat NU Harus Jadi Bagian Penting Dalam Setiap Perubahan

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menerima kedatangan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bengkulu Fatrica Syafri beserta Jajaran Pengurus, Selasa (22/2/22).

Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menerima kedatangan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bengkulu Fatrica Syafri beserta Jajaran Pengurus, Selasa (22/2/22).

Rohidin menyambut kedatangan rombongan Fatayat NU yang dalam rangka silahturahmi tersebut di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu.

Rohidin mengapresiasi semangat Fatayat NU Provinsi Bengkulu, dalam mendukung program-program pembangunan daerah di Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :  Gus Muhdlor Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak Olahraga Jatim

Menurut Rohidin, sebagai wadah pengembangan potensi perempuan muda kader NU, Fatayat harus berkiprah sesuai dengan bidang dan perannya untuk mendukung pembangunan daerah.

“Tantangan zaman semakin kompleks, ini mengharuskan Fatayat NU menjadi bagian penting dalam setiap perubahan, terutama dalam kiprahnya mewakili kader muda perempuan NU,” jelas Rohidin.

Ketua PW Fatayat NU Provinsi Bengkulu, Fartica Safri mengatakan, selain mengenalkan kepengurusan yang baru, dalam silaturahmi ini dirinya mempunyai maksud yang lain.

Baca Juga :  Gubernur Rohidin Taruh Harapan Besar dengan Sekolah Islam Terpadu

Yaitu meminta kesediaan Gubernur untuk membuka Pelatihan Kader dan Pelantikan Bersama Fatayat NU se Provinsi Bengkulu.

Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 25 hingga tanggal 27 Februari 2022. Dan pemintaan tersebut disambut baik Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Alhamdulillah tadi kami telah bersilaturahmi bersama Pak Gubernur. Harapan kami beliau bisa hadir dan membuka Pelatihan Kader dan Pelantikan Bersama Fatayat NU se Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perayaan HUT ke 53 Provinsi Bengkulu, Gubernur Rohidin Gelorakan Optimisme

Untuk diketahui, Fatayat NU berdiri pada tahun 1950. Organisasi ini merupakan badan otonom di bawah naungan organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Fatayat NU sebagai Jam’iyah Diniyah yang beraqidah Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah. (sj007)