Bengkulu, Satujuang.com – Provinsi Bengkulu mencetak sejarah baru setelah resmi dipilih menjadi lokasi perdana pelaksanaan latihan taktis Batalyon 13 Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Matangnya persiapan kegiatan tersebut dibahas mendalam dalam rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (17/6/26).
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh Asisten I Pemprov Bengkulu Khairil Anwar, Danyon 13 Grup 1 Kopassus Gerry Heikal Cholid, Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto, Kadiskominfotik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa, Kaban Kesbangpol Miftahul Huda, Kepala Basarnas Muslikun Sodik, serta jajaran TNI, Polri, dan OPD terkait.
Uji Naluri Tempur dan Survival di Hutan Bengkulu
Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Gerry Heikal Cholid, menjelaskan bahwa latihan ini didesain khusus untuk menguji sekaligus mengasah naluri tempur, kemampuan bertahan hidup (survival) di alam liar, hingga kemampuan adaptasi personel terhadap medan ekstrem.
Kawasan hutan perawan dan bentang alam Bengkulu yang menantang sengaja dipilih karena dinilai mampu menghadirkan tantangan taktis yang sangat realistis bagi Korps Baret Merah. Sebanyak 90 personel elit Kopassus Grup 1 dipastikan bakal diterjunkan penuh dalam latihan ini.
“Latihan ini bertujuan menguji kemampuan tempur, survival, serta adaptasi medan bagi prajurit. Kondisi alam Bengkulu sangat mendukung untuk pelaksanaan latihan yang menuntut kemampuan taktis dan ketahanan personel,” tegas Gerry.

Agenda Penerjunan di DDTS dan Pembebasan Sandera di Kantor Gubernur
Berdasarkan garis besar rencana operasi latihan, rangkaian kegiatan militer ini dijadwalkan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan aksi penerjunan taktis massal di kawasan cagar alam Danau Dendam Tak Sudah (DDTS).
Puncaknya, pada 25 Juni 2026, ratusan prajurit pilihan ini akan menggelar simulasi operasi khusus pembebasan sandera langsung di kawasan pusat pemerintahan Kantor Gubernur Bengkulu.
Dalam simulasi tempur kota tersebut, Kopassus akan mengerahkan berbagai alutsista dan unsur pendukung mutakhir, mulai dari kendaraan taktis (rantis), helikopter serbu, tim penembak runduk (sniper), hingga pasukan infiltrasi khusus.
Giat ini juga mengolaborasikan unsur pertahanan daerah dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Dihadiri Panglima TNI dan Didukung Penuh Pemprov
Latihan perdana bersejarah ini rencananya akan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI, Gubernur Bengkulu, Danrem 041/Gamas, Kapolda Bengkulu, jajaran ASN, serta dibuka untuk masyarakat umum yang ingin melihat langsung taji pasukan elit nomor satu Indonesia tersebut.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyusunan dokumentasi video profil yang mengombinasikan ketangguhan prajurit dan keindahan potensi wilayah Bumi Rafflesia.
Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut hangat dan siap menyokong seluruh kebutuhan logistik maupun area latihan demi kelancaran operasi baret merah ini.
“Atas arahan Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh pelaksanaan latihan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kopassus,” pungkas Herwan. (Adv)











