Diberitakan, Rumput Rimbun di Lapangan Stadion Mini Ini Akhirnya Dibersihkan

3 menit baca

Bengkulu– Setelah diberitakan pada 4 April lalu, rumput rimbun di lapangan Stadion Mini kelurahan Pagar Dewa akhirnya dipotong, Sabtu (8/4/23).

“Dari kemarin (Jumat 7/4, red) hingga hari ini terlihat ada beberapa orang datang dan memotong rumput yang tumbuh subur di lapangan tersebut,” sebut narasumber Satujuang.

Tampak di lokasi, lapangan yang awalnya terlihat tidak terawat karena rumput yang tidak dipotong terlihat sudah terpotong rapi. Terlihat tumpukan rumput kering ada di beberapa titik di tengah lapangan.

Namun sayangnya, di bagian luar masih terlihat tumbuhan ilalang yang tinggi dan beberapa sampah berserakan menghiasi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, mengatakan bahwa Stadion Mini masih dalam masa pemeliharaan.

“Ini masih masa peliharaan sampai bulan enam, itu rumput emang dibiarkan, nanti akan dipotong semua sudah tumbuh dan rapi tks,” jawab Atisar, saat dikonfirmasi pewarta Satujuang pada Rabu (4/4) lalu.

Stadion Mini yang digadang-gadangkan menjadi salah satu fasilitas olahraga di Bengkulu ini beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan.

Lapangan yang pembangunannya selesai pada Desember 2022 lalu ini, diduga ada indikasi kerugian negara oleh salah satu Ormas.

Rumput yang ditanam pihak kontraktor, CV.Lima Penjuru, diduga tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Selain itu terlihat banyak rumput yang hanya sekadar diletakkan di atas tanah tanpa penanganan khusus.

Jenis rumput terlihat berbeda-beda, sebagian rumput di lapangan juga diduga kuat merupakan rumput lama dan tidak diganti oleh pihak kontraktor.

Saat itu, pengawas pembangunan yang dimintai keterangan mengaku bahwa, rumput lapangan mereka ganti total.

“Rumput nya persis kayak yang lama, dan nota pembelian nya ada, kami udah diperiksa juga,” tuturnya pengawas tersebut, Kamis (29/12/22) lalu saat disodorkan foto rumput yang tidak diganti oleh mereka.

Ternyata, keterangan sang pengawas berbeda dengan sang Direktur, yang mengaku volume penanaman rumput tidak menyeluruh.

Keterangan tersebut didapatkan oleh Majelis Pimpinan Nasional Ormas Maju Bersama Bengkulu (MBB) setelah melayangkan surat ke CV.Lima Penjuru pada Senin (13/2).

Surat Ormas MBB tersebut menyebutkan, ada temuan anggota dan pengurusnya terhadap kegiatan pekerjaan Pembangunan Stadion Mini di lokasi pembangunan.

Disebutkan, dari hasil pengamatan tim mereka, Perusahan CV.Lima Penjuru diduga mengerjakan tidak sesuai dengan standar yang ada pada pekerjaan pembangunan yang menggunakan dana APBD Provinsi Bengkulu sebesar Rp.1.168.331.013 tersebut.

Dikabarkan, pihak ormas bahkan meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak lanjutinya. Supaya dapat mengembalikan dugaan kerugian negara tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan dari laporan tersebut. Baik dari pihak Ormas maupun dari pihak APH.

Pada 22 Februari 2023, pihak kontraktor sempat terlihat sedang mengganti beberapa rumput dengan yang baru oleh warga setempat

“Ada 3 orang pekerja dan 1 orang sepertinya pengawas,” terang Dayat, pemuda warga sekitar lapangan, Selasa (4/4) saat memberikan keterangan kepada Satujuang.com.

Saat itu kata Dayat, ada 3 orang laki-laki menggunakan mobil jenis pick up masuk ke area lapangan membawa potongan rumput yang cukup banyak.

Kemudian, ada seorang pria yang diduga merupakan direktur perusahaan CV.Lima Penjuru menggunakan motor juga masuk ke Lapangan dan terlihat seperti mengawasi pekerjaan.

“Sejak saat itu, lapangan ini dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pembangunan Stadion Mini di Bengkulu ini merupakan salah satu dari 18 prioritas gubernur dan wakil gubernur Bengkulu.

Pembangunan Stadion Mini ini, dilakukan di beberapa daerah di Provinsi Bengkulu. Namun sayangnya, dalam pembangunan ini diduga ada indikasi merugikan negara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *