Drama 7 Jam di Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu: KPK Angkut 6 Koper

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Kota Bengkulu mendadak diguncang operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim penyidik antirasuah mendatangi dan menggeledah kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, NP, di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka.

Penggeledahan yang berlangsung dramatis dan tegang ini memakan waktu hingga tujuh jam, dimulai sejak Jumat malam (24/7/26) pukul 21.00 WIB hingga Sabtu dini hari (25/7/26) pukul 04.00 WIB.

Dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kian menguat setelah personel berompi KPK tertangkap kamera berada di dalam rumah.

Suasana makin tegang saat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, AKP Prengki Sirait, terpantau bolak-balik mengantarkan mesin penghitung uang ke lokasi.

AKP Prengki yang dicegat awak media saat membawa keluar alat hitung uang tersebut memilih bungkam dan menolak memberikan penjelasan.

Sekitar pukul 03.48 WIB, penyidik KPK keluar membawa enam koper besar dan sejumlah barang bukti.

Seluruh barang diangkut menggunakan tiga unit Toyota Innova yang langsung melaju kencang meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan.

Tak lama berselang, sekitar pukul 04.30 WIB, rombongan penyidik terpantau sudah berada di Bandara Fatmawati dengan mengapit koper-koper tersebut untuk meninggalkan Bengkulu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun redaksi, sempat beredar kabar bahwa ada empat orang yang diamankan, yakni dua pejabat daerah dan dua orang kontraktor.

Namun, berdasarkan pantauan langsung pewarta Satujuang di lokasi kejadian sepanjang penggeledahan, sosok maupun keberadaan sejumlah pihak yang diduga diamankan tersebut belum terlihat secara fisik dibawa oleh petugas.

Hingga berita ini diturunkan, Humas KPK yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait detail perkara maupun status hukum pihak-pihak yang terlibat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *