Dampak Beruntun Penggeledahan KPK, Jurnalis Bengkulu Pasang Radar Tinggi Lacak Lokasi

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Intensitas operasi penyidikan KPK di Provinsi Bengkulu belakangan ini menciptakan efek domino luar biasa bagi jurnalis lokal.

Para insan pers kini meningkatkan kesiapsiagaan penuh untuk melacak setiap pergerakan tim antirasuah di berbagai lokasi.

Kesiapsiagaan tinggi ini teruji saat beredar kabar burung mengenai penggeledahan di Kelurahan Bumi Ayu, Sabtu (8/8/26) malam.

Mendengar isu berantai tersebut, sejumlah wartawan langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk memverifikasi kebenaran informasi.

Mereka menyambangi kediaman Ketua RT 08 Kelurahan Bumi Ayu, Sentot, bersama Bhabinkamtibmas setempat yang turut bersiaga.

Namun, kabar yang sempat menghebohkan publik dan grup pesan singkat jurnalis tersebut ternyata tidak terbukti benar.

Ketua RT 08, Sentot, menegaskan tidak ada satu pun aktivitas penyidik KPK yang mendatangi wilayah pemukimannya.

“Belum ada. Saya memang ditelepon beberapa orang, tapi sampai sekarang tidak ada aktivitas apa pun,” ujar Sentot.

Kesigapan media dalam memburu isu ini merupakan dampak langsung dari rentetan penggeledahan KPK di lokasi sebelumnya.

Sebelumnya, penyidik KPK menyita uang tunai Rp4 miliar lebih dari kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu.

Penyidikan berlanjut dengan menggeledah rumah mantan Pj Wali Kota Bengkulu serta kediaman Sekretaris DPRD Kota Bengkulu.

Dari rumah Sekwan, tim penyidik antirasuah bahkan terekam mengangkut tiga koper dokumen dan barang bukti elektronik.

Eskalasi kasus kian memanas setelah KPK mengonfirmasi penerbitan dua Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum baru.

Penyidik juga telah memeriksa maraton 10 orang saksi lintas profesi di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Bengkulu.

Meskipun isu di Bumi Ayu terbukti hoaks, pergerakan penyidik KPK di Bumi Rafflesia dipastikan belum berakhir.

Oleh karena itu, jurnalis Bengkulu dipastikan tetap menyalakan radar untuk terus mengawal perkembangan kasus ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *