Satujuang, Seluma- Banjir yang melanda Kabupaten Seluma menyebabkan 18 sekolah di Seluma lumpuh, membuat ribuan siswa kehilangan akses belajar.
Genangan air merendam ruang kelas, halaman, hingga fasilitas belajar, menghentikan total aktivitas pendidikan.
Kondisi ini tidak hanya merusak infrastruktur sekolah, tetapi juga memutus harapan siswa untuk mendapatkan hak pendidikan di tengah bencana.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, Munarwan Syafui, melalui Kepala Seksi Kurikulum SD, Sigit Budiyanto, menegaskan pihaknya telah bergerak cepat sejak awal kejadian.
“Pihaknya sejak malam terjadinya banjir sudah menghubungi kepala sekolah agar melaporkan dampak kejadian banjir,” ujar Sigit.
Langkah penanganan lanjutan tengah dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi sekolah.
“Kita juga sudah meminta sekolah untuk segera membersihkan gedung sekolah dan kami sudah koordinasi ke BPMP untuk didata dan untuk dilaporkan ke pusat,” tambah Sigit.
Saat ini, pihak dinas masih menunggu laporan lengkap dari masing-masing sekolah terdampak.
Para siswa terpaksa menunda aktivitas belajar, menunggu kondisi kembali normal.
Dari 18 sekolah yang lumpuh, sebagian besar menghadapi masalah akses jalan terputus atau longsor, sementara lainnya terendam air, mengalami pemadaman listrik, atau terkendala sinyal komunikasi.
Banjir akibat curah hujan tinggi ini kembali menjadi pengingat akan rentannya infrastruktur pendidikan terhadap bencana alam.
Diharapkan, penanganan cepat dan bantuan dari pemerintah pusat dapat segera memulihkan aktivitas belajar mengajar, agar ribuan siswa tidak terlalu lama kehilangan kesempatan menuntut ilmu. (Da)











