Pernyataan Kadisbub Karimun Soal Traffic Light Dianggap Tak Berbobot

2 menit baca

Satujuang- Pernyataan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Syahimi yang berdalih jika bermasalahnya traffic light di beberapa persimpangan diakibatkan karena perangkat yang sudah usang.

“Memang gitu, kalau ada hujan dan angin sensitif suka padam, maklum barangnya sudah lama,” sebut Syahimi seperti dilansir dari RCMnews.id, Selasa (15/10/24).

Berbeda dangan statmen Kadis, Kepala Bidang Lalulintas Jalan, Heru mengatakan, jika alat pengatur traffic light di pertigaan Sei Lakam tidak Rusak, Hujan merupakan faktor utama penyebab kacaunya istrumen keselamatan jalan raya itu.

“Dia tidak boleh kena hujan lebat, sepertinya ada yang eror. Kami segera turun mengecek,” kata Heru.

Pernyataan kedua pejabat Dishub Karimun inipun dianggap hanya alasan tidak masuk akal. Pasalnya, Pemda Karimun menggelontorkan anggaran untuk pengadaan serta perawatan rutin setiap tahun.

“Pernyataan mereka itu gak berbobot, satu menyalahkan barang usang, satu menyalahkan hujan. Memangnya pemda ini tidak punya anggaran serta SDM ya untuk mengurus itu?. Lihat di LKPJ, ada biaya perawatan, bahkan ada pengadaan,” ujar M Hafis, pegiat antikorupsi di Kepri saat dibilangan Jalan Amad Yani.

Menurutnya, ada dugaan peyalahgunaan anggaran perawatan serta pengadaan sehingga Dishub Karimun terkesan melakukan pembiaran.

“Ini masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun. Tidaklah banyak lampu merah di Karimun ini, tapi itu juga gak bisa dipelihara dengan baik. Mohon bapak Kajari serta Kapolres Karimun usut dong, jangan ikut tutup mata,” terangnya.

Terpisah, Ari (26) warga Meral mengatakan jika kerusakan lampu merah telah lama terjadi. Hal itu tentunya berbahaya bagi pengguna jalan raya.

“Kalau itu sudah lama lah bang rusak. Kadang bagus, kadang enggak. Bahaya kalau pas jalanan sepi, orang main terobos saja,” keluhnya. (RKM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *