Karimun, Satujuang.com – Meski belum memulai aktivitas penambangan secara resmi, PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera di bawah naungan Tridaya Group mulai merealisasikan sejumlah program pra-tambang.
Langkah ini ditandai dengan aksi nyata penyaluran bantuan sosial ke rumah ibadah serta pembukaan lowongan pekerjaan yang memprioritaskan masyarakat tempatan di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat.
Salurkan Bantuan Kegiatan Keagamaan
Melalui Tim Corporate Social Responsibility (CSR), Tridaya Group menyerahkan bantuan untuk menyokong kegiatan keagamaan di Masjid Nurudin, Kelurahan Sawang.
Penyerahan bantuan ini diterima langsung oleh pengurus masjid serta disaksikan oleh Camat dan tokoh agama setempat pada Rabu (3/6/2026).
”Mohon diterima, ini sebagai bentuk kepedulian kami serta komitmen Tridaya di setiap program. Sekiranya bisa membantu kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Leader Team CSR Tridaya Group, Armansyah.
Wakil Ketua Pengurus Masjid Nurudin, Mardani, menyampaikan rasa terima kasih dan mengakui bantuan tersebut sangat menunjang agenda keagamaan mereka dalam waktu dekat.
Ia berharap langkah aktif peduli keagamaan ini dapat dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah tersebut.
Serap Puluhan Pelamar Kerja Warga Tempatan

Selain bantuan sosial, manajemen Tridaya Group juga mulai membuka peluang kerja bagi penduduk lokal, khususnya warga yang berada di area terdampak.
Hingga Selasa lalu, tercatat sedikitnya 30 berkas lamaran kerja dari warga setempat telah masuk secara resmi ke kantor perusahaan.
Salim, salah seorang warga Sawang yang melamar posisi operator dump truck, menyambut baik kebijakan perusahaan yang mengutamakan tenaga kerja lokal.
”Alhamdulillah, dengan adanya perusahaan ini bisa membuka peluang kerja bagi kami warga tempatan. Apalagi mengutamakan warga lokal,” kata Salim.
Warga Sesalkan Provokasi Penolakan Tambang
Di sisi lain, adanya peluang kerja ini membuat sejumlah pemuda daerah menyesalkan adanya provokasi penolakan aktivitas tambang yang diembuskan oleh oknum tertentu.
Gerakan penolakan tersebut dinilai egois dan tidak memikirkan nasib ratusan warga lain yang sedang membutuhkan lapangan pekerjaan untuk menyambung hidup.
”Mereka itu hanya memikirkan diri sendiri. Ratusan warga kan mendukung, mereka (yang menolak) ada kepentingan saja. Apakah mereka bisa memberikan kami pekerjaan?” keluh Salim.
Saat ini, warga dan pemuda setempat menaruh harapan besar agar operasional Tridaya Group dapat berjalan lancar demi mengurangi pengangguran.
Masyarakat juga menyatakan sangat menantikan program beasiswa S1 yang dijanjikan perusahaan bagi warga di wilayah terdampak. (Red)











