Bengkulu – Opening waralaba restoran Mie Gacoan di kota Bengkulu diwarnai kericuhan antara pengelola dengan para dariiver ojek online (Ojol) Grab, Kamis (9/1/25).
Berdasarkan video yang didapatkan media ini, sempat terjadi perdebatan antara dariiver ojol dengan seorang wanita pengelola mie Gacoan.
Suasana menjadi ricuh ketika celetukan dari salah satu karyawan laki-laki Mie Gacoan menimpali kalimat yang dilontarkan salah seorang dariiver ojol.
“Sejak opening kemarin pesanan Mie Gacoan membludak, selain bisa offline juga bisa melalui aplikasi grab,” terang narasumber media ini.
Namun, kata dia, nampaknya karena pesanan yang sangat banyak akhirnya menyebabkan antrian yang panjang dan lama dialami para dariiver ojol.
Akhirnya para dariiver ojol memutuskan meminta agar pihak Mie Gacoan menutup orderan melalui aplikasi grab terlebih dahulu agar tidak terjadi penumpukan pesanan.
“Kalau para dariiver ojol yang mengcancle sendiri, mungkin bisa berdampak pada penilaian akun ojek mereka, makanya minta ke pihak Mie Gacoan,” paparnya.
Pada saat itulah akhirnya terjadi perdebatan antara para ojol dengan pengelola Mie Gacoan.
Dalam video yang beredar hampir terjadi baku hantam antara karyawan Mie Gacoan dengan dariiver ojol.
Kericuhan ini mereda setelah admin Grab Bengkulu dan pihak Kepolisian turun langsung ke lokasi.
“Dari hari ini sampai tanggal 16 Januari nanti Mie Gacoan belum bisa dipesan melalui aplikasi Grab,” terangnya.
Sekedar informasi, Mie Gacoan merupakan sebuah waralaba restoran asal Indonesia yang didirikan pada awal tahun 2016 di Kota Malang.
Mie Gacoan terkenal karena menjual mi goreng pedas dengan harga murah, strategi yang dirancang mereka menargetkan khalayak muda.
Per tahun 2024, Mie Gacoan memiliki lebih dari 240 gerai di seantero Indonesia, dengan jumlah terbanyak di Pulau Jawa.
Dalam bisnis mereka, Mie Gacoan telah mempekerjakan lebih dari 10.000 pegawai. (Red)











