Satujuang- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan Mini Lokakarya di kecamatan Selebar.
“Kegiatan ini dalam rangka Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di 9 kecamatan yang ada di kota Bengkulu,” sampai Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Hj Dewi Dharma, Kamis (6/6/24).
Mini Lokakarya Kecamatan Sebagai Ruang Evaluasi Permasalahan Stunting masih menjadi prioritas nasional hinggal Tahun 2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Dijelaskan Dewi, stunting bukan hanya soal Kesehatan namun juga soal bidang lainnya seperti pola hidup, perekonomian, Pendidikan dan lain sebagainya.
“Jadi, kita melakukan evaluasi agar TPPS menjadi lebih baik lagi kedepan. Untuk di Provinsi Bengkulu, kita (DP3AP2KB Kota Bengkulu) adalah pihak yang pertama yang melaksanakan di tahun 2024 ini,” imbuhnya.
Lanjutnya, kegiatan ini adalah untuk mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga tingkat kecamatan agar terwujud 3 standar dan 4 pasti.
3 Standar yang dimaksud adalah Tim Pendamping Keluarga yang terlatih, tersedianya alat ukur/aplikasi pengukuran untuk sasaran stunting dan tersedia dan terlaksananya procedural operasional percepatan penurunan stunting.
Sedangkan 4 pasti yang dimaksud adalah memastikan semua sasaran terdata, memastikan semua sasaran memperoleh pelayanan, memastikan semua sasaran memanfaatkan intervensi dari pelayanan dan memastikan semua pelaksanaan dan pendampingan tercatat dan terlaporkan.
“Secara sederhananya bisa di katakana mini lokakarya menjadi ruang evaluasi percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan,” terang Dewi.
Kegiatan Mini Lokakarya ini dihadiri oleh Camat Selebar, Perwakilan Korem, Polsek Selebar, Kepala Puskesmas Basuki Rahmat, Kader KB, TPK, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat. (Adv)











