Ditintelkam Polda Bengkulu Gelar FGD Bahas Peran Ormas dalam Mendorong Investasi dan PAD

2 menit baca

Satujuang, Bengkulu– Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bengkulu melalui Subdirektorat Ekonomi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Peningkatan Investasi di Provinsi Bengkulu Guna Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045″.

FGD yang digelar di Hotel Wilo, Kota Bengkulu ini diikuti berbagai unsur, mulai dari organisasi masyarakat (ormas), pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, hingga media massa, Selasa (24/6/25).

Tujuan utama forum ini adalah menggali peran strategis ormas dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Subdirektorat Ekonomi Ditintelkam Polda Bengkulu, AKBP AK Jauhar S.Ag, yang mewakili Direktur Intelkam, menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, ormas, dan pelaku usaha.

“Organisasi masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong partisipasi publik. Ini syarat utama bagi terciptanya iklim investasi yang sehat,” ujar AKBP Jauhar.

Ia berharap, melalui FGD ini akan lahir gagasan-gagasan konstruktif demi memperkuat fondasi ekonomi Bengkulu secara inklusif dan berkelanjutan.

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Pelaksana Tugas Ketua DPP Apindo Provinsi Bengkulu H Adarian Khalik S.Sos, Ketua PWNU Bengkulu Prof Khairudin Wahid, serta akademisi dari STIA Bengkulu.

Para narasumber sepakat bahwa ormas berperan penting dalam edukasi publik, penyebaran informasi kebijakan, hingga pengawasan sosial terhadap jalannya investasi.

Mereka juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat sipil guna menciptakan keamanan dan ketertiban sebagai prasyarat utama investasi.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusias tinggi dari peserta yang aktif menyampaikan pandangan.

Rekomendasi hasil FGD ini diharapkan menjadi masukan strategis dalam pengembangan iklim investasi di Provinsi Bengkulu menuju target Indonesia Emas 2045. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *