Bukan Otak Utama, Oknum R Hanya Kaki Tangan Gurita Jual Jabatan di Bengkulu?

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Sepak terjang oknum ‘R’ dalam pusaran mafia kemudahan jabatan di Bengkulu tampaknya baru menyentuh permukaan saja.

Oknum yang diringkus di Yogyakarta ini santer dikabarkan bukanlah otak utama di balik sindikat tersebut, melainkan hanya operator lapangan dari jaringan gurita yang jauh lebih besar dan terstruktur.

Selain bermain di bursa pengisian kursi jabatan tinggi untuk Bank Bengkulu, nama R juga ikut dikaitkan dengan skandal jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang sempat viral pada tahun 2025 lalu.

Namun, posisi R di dalam lingkaran setan tersebut disebut-sebut merupakan salah seorang dari beberapa pemain besar yang mengendalikan sistem dari belakang layar.

“Aksi mengobral kursi empuk di birokrasi ini dipastikan bergerak secara berkelompok,” ungkap sumber tepercaya, Rabu (24/6/26).

R dipastikan tidak bergerak sendirian. Ia disinyalir disokong kuat oleh dua oknum berpengaruh lain yang disebut-sebut memiliki posisi tawar sangat strategis di Bengkulu.

Salah satu oknum rekan kerja R tersebut bahkan diduga kuat ikut masuk dalam daftar 60 orang yang terlibat dalam kasus suap Penerimaan Tenaga Harian Lepas (THL) PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu.

Perkara rasuah massal itu sendiri diketahui sudah rampung disidangkan pada jilid pertama di Pengadilan Negeri Bengkulu beberapa waktu lalu.

Kini, perhatian publik tertuju pada apakah oknum yang menjadi sekutu R ini bakal ikut terseret dalam penanganan jilid dua kasus THL PDAM yang kabarnya sedang intensif diolah oleh penyidik Polda Bengkulu.

Atau dia akan terseret dalam kasus yang menimpa R?

Perkara THL PDAM Tirta Hidayah itu sendiri saat ini juga sedang memanas setelah belasan advokat resmi melayangkan laporan baru dengan memanfaatkan fakta-fakta persidangan jilid pertama.

Di dalam draf laporan hukum tersebut, sejumlah nama petinggi top di Bengkulu bahkan ikut tercantum jelas.

Sementara itu, satu oknum sekutu R lainnya justru dikabarkan sedang bernapas lega dan berada di posisi yang sangat aman.

Alih-alih tersentuh pemeriksaan aparat, oknum tersebut saat ini dilaporkan tengah aktif menduduki jabatan mentereng sebagai salah satu pengurus di jajaran manajemen Bank Bengkulu saat ini.

Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa R hanyalah tameng luar, sedangkan para aktor intelektual sesungguhnya masih bebas berkeliaran dan menikmati fasilitas negara. (Satujuang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *