Kota Batu – Perayaan HUT ke-21 Kota Batu tahun 2022 ini direncanakan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
Tapi sejumlah agenda besar terpaksa ditunda hingga situasi dan kondisi telah memungkinkan.
“Kami tunda karena adanya tragedi Kanjuruhan. Kami juga ikut berduka atas tragedi itu,” ucap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, pada Jumpa Pers di Rupatama Lt 5 Balai Kota Amongtani, Rabu (12/10/22).
Dewanti mengatakan, Tema HUT ke-21 tahun ini adalah “Kota Wisata Batu (KWB) Bangkit dan Berjaya”.
Pada HUT kali ini, agenda yang digelar panitia bukan hanya untuk kemeriahan semata, namun juga untuk membangkitkan perekonomin Kota Batu.
“Sudah ada dua agenda yang dilakukan, Pameran Anggrek “Batu International Orchids Show” pada tanggal 24 September hingga 2 Oktober dan Tour Gowes Wisata Nasional,” kata Dewanti
Sejumlah agenda yang dijadwalkan pada Oktober, terpaksa digeser pada November untuk menghormati kondisi Malang Raya yang tengah berduka.
Meski begitu, sejumlah kegiatan yang bersifat rutin dan seolah menjadi tradisi tetap dilaksanakan pada 14 Oktober 2022, usai Sidang Istimewa Hari Jadi Kota Batu ke 21 di DPRD Batu.
“Seperti ziarah kubur ke makam tokoh-tokoh Pendiri Kota Batu, di antaranya Mbah Mayangsari di Desa Pesanggrahan, Mbah Patok, Mbah Mbatu di Desa Bumiaji,” ucap Dewanti.
Selain itu, diagendakan juga ke makam mantan Wali Kota Batu pertama, yakni (alm) H. Imam Kabul di TPU Sama’an Kota Malang, (alm) H. Khudori di TPU Pare, Kediri dan (alm) Mashun Abdurrahman di TPU Kecamatan Tumpang
Tradisi ini dilakukan sebagai wujud penghormatan atas jasa para tokoh yang membangun Kota Batu hingga semaju sekarang.
Agenda ini akan dilakukan Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan seluruh pejabat Forkopimda Kota Batu.
Dewanti berharap peringatan HUT ke-21 tidak terpusat di Balai Kota dan Alun-alun saja sehingga suasana HUT juga bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Kegiatan HUT nanti digelar di berbagai tempat. Sekaligus menjadi ajang mengenalkan kesenian dan kebudayaan di masing-masing desa,” pungkasnya. (adv/dws).











