Dorong Kemandirian Ekonomi, Jairi Irawan Fasilitasi 125 UMKM Jatim Tembus Akses Teknologi AI

2 menit baca

Blitar, Satujuang.com – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Jairi Irawan, menggelar sosialisasi pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi pelaku industri kreatif.

Kegiatan bertajuk Sosialisasi untuk Mengembangkan Peluang di Industri Kreatif dengan Memanfaatkan AI ini diselenggarakan di Trinit Hall Kampung Coklat pada Minggu (19/7/26).

Agenda ini diikuti oleh 125 peserta pelaku UMKM skala mikro, kecil, hingga menengah yang berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Blitar.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, serta pemateri dari Staf Bagian Desain dinas terkait.

Jairi Irawan menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mendorong para pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi AI dalam menunjang proses produksi mereka.

Selain pengenalan teknologi, para pelaku usaha juga diperkenalkan dengan pihak perbankan untuk membuka akses permodalan jika kelak skala usaha mereka semakin membesar.

“Kami bekerja sama dengan Bank Mandiri baik di Tulungagung maupun Blitar,” kata Jairi kepada awak media.

Lebih lanjut, Jairi memaparkan bahwa pelatihan ini merupakan tahap awal bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan tips dan contoh praktis mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan.

Ia mengakui bahwa durasi satu hari sebenarnya hanya cukup untuk tahap pengenalan awal dan pembuatan aset digital yang mendasar, bukan pembelajaran yang sifatnya detail.

“Tetapi yang bagaimana membuat AI yang simple dengan prompt yang sederhana,” jelasnya.

Menurut Jairi, untuk mencapai tingkat penguasaan yang lebih stabil, idealnya pelatihan teknis seperti ini membutuhkan waktu intensif sekitar dua hingga tiga hari.

Sebagai langkah keberlanjutan, program pendampingan ini akan diawali dengan pembentukan grup WhatsApp untuk mengontrol perkembangan para peserta.

Melalui wadah tersebut, para pelaku UMKM nantinya akan didampingi langsung oleh Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur melalui pelatihan daring yang dijadwalkan secara rutin dan disiplin.

Jairi berharap kolaborasi antara Dinas Koperasi, pihak perbankan, dan para pemilik usaha ini dapat membuahkan kerja sama yang solid demi mendorong UMKM naik kelas.

Ke depan, dirinya merancang program berjenjang yang tidak hanya fokus pada aspek produksi, melainkan juga menyasar pada kelas eksplorasi pasar serta literasi keuangan.

“Kedepannya lagi dengan pihak perbankan seperti apa dan terus berkembang,” pungkas Jairi. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *