Ganyang Mafia BBM Subsidi, Pertamina Blokir 966 Nopol Kendaraan Nakal di Bengkulu

1 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memperketat pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi demi membendung praktik penyalahgunaan dan ‘pelangsiran’ kuota rakyat.

Hingga September 2026, sebanyak 8.589 nomor polisi (nopol) kendaraan di wilayah Sumbagsel resmi diblokir dari sistem Subsidi Tepat usai terindikasi melakukan transaksi mencurigakan.

Dari total ribuan kendaraan nakal tersebut, sebanyak 966 nopol di Bengkulu dijatuhi sanksi tegas pemblokiran akibat kedapatan melanggar ketentuan peruntukan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan tindakan ini diambil setelah verifikasi mendalam terhadap pencocokan data dan pola transaksi di SPBU.

“Kami terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap transaksi BBM bersubsidi. Apabila ditemukan indikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan setelah melalui proses verifikasi, dilakukan pemblokiran nomor polisi pada sistem,” ujar Rusminto, Minggu (20/9/26).

Berikut rincian sebaran nopol kendaraan yang diblokir di seluruh wilayah Sumbagsel:

  • Lampung: 2.793 nopol
  • Sumatera Selatan: 2.439 nopol
  • Bangka Belitung: 1.274 nopol
  • Jambi: 1.117 nopol
  • Bengkulu: 966 nopol

Pertamina memperingatkan publik agar tidak mengakal-akali penggunaan QR Code maupun menyalahgunakan sarana transaksi BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berhak.

Masyarakat yang menemukan indikasi main mata, kecurangan, hingga penimbunan BBM subsidi di lapangan didesak melapor melalui Pertamina Contact Center 135. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *