Dugaan Pertalite Bercampur Semen, Sopir Travel Tuntut Keseriusan Pemerintah Melayani Rakyat

2 menit baca

Seluma, Satujuang.com – Puluhan armada penyedia jasa transportasi (travel) di Kabupaten Seluma dilaporkan mengalami kerusakan mesin massal akibat buruknya kualitas Pertalite yang diduga terkontaminasi endapan kotoran menyerupai lumpur dan semen.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Team Teghas, Iwan, organisasi yang menaungi para pengemudi travel di wilayah Kabupaten Seluma.

Ia mengungkapkan, dalam sepekan terakhir para anggotanya terpaksa menanggung kerugian materiil akibat harus berulang kali menguras tangki bahan bakar kendaraan yang mendadak hilang tenaga hingga mogok di tengah jalan.

“Sudah banyak sekali rekan-rekan yang mengeluh kerusakan kendaraan akibat minyak yang diduga bercampur lumpur/semen, termasuk mobil saya sendiri,” tegas Iwan, Minggu (4/10/26).

Menurut Iwan, kelumpuhan armada travel tersebut dipicu oleh pekatnya kotoran zat asing yang tersaring dan menyumbat komponen pompa bahan bakar (fuel pump).

Bahkan, terdapat pengemudi yang terpaksa membongkar dan membersihkan tangki kendaraan hingga dua kali dalam kurun waktu satu minggu.

“Dalam minggu ini ada rekan kita yang sudah dua kali bersihkan tangki, dan penyebabnya sama saja yaitu banyaknya kotoran di saringan fuel pump. Otomatis mobil mogok dan para sopir merugi jika tidak ditangani oleh pemerintah,” lanjutnya.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan pengemudi.

Selain harus mengantre berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), BBM yang didapatkan justru merusak komponen mesin kendaraan secara sistematis.

Atas dasar itu, Iwan mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Gubernur Bengkulu turun tangan merealisasikan komitmen program “Bantu Rakyat” untuk merespons penderitaan para pengemudi dan masyarakat bawah.

“Kami sangat support program Gubernur Bengkulu yakni Bantu Rakyat, sudah saatnya pak, bapak turun tangan untuk membantu kesulitan rakyat. Masyarakat sudah sangat resah dengan kondisi ini,” harap Iwan.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ratusan unit kendaraan di wilayah Provinsi Bengkulu yang dilaporkan mengalami gangguan serupa. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *