Malam Jumat Bergerak Lagi, KPK Geledah Rumah Bu Dewan Kota Bengkulu

2 menit baca

Kota Bengkulu, Satujuang.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tidak mengendurkan gempurannya di Kota Bengkulu.

Kamis (13/8/26) malam hingga tengah malam, tim lembaga antirasuah menyasar kediaman anggota DPRD Kota Bengkulu, VL.

Penggeledahan yang berlangsung di rumah VL Jalan Camar, RT 10 RW 04, Kelurahan Cempaka Permai, Kecamatan Gading Cempaka tersebut digelar mulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang pukul 00.00 WIB.

Dari lokasi kediaman politisi wanita ini, tim penyidik KPK membawa keluar tiga koper yang diduga berisi barang bukti dokumen penting.

Ketua RT 04 Kelurahan Cempaka Permai, Aprianto, mengonfirmasi penggeledahan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pemilik rumah sedang tidak berada di tempat saat penyidik datang dengan dikawal ketat oleh personel kepolisian bersenjata laras panjang.

“Memang itu rumah dia (VL), dokumen saja yang dibawa dan tidak ada uang. VL-nya tidak ada di rumah,” ujar Aprianto saat diwawancarai usai penggeledahan berakhir.

Penggeledahan pada Kamis malam ini menjadi aksi lapangan ketiga yang dilancarkan KPK sepanjang hari Kamis.

Sebelumnya pada Kamis pagi hingga sore hari, KPK telah menggeledah rumah Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bengkulu, ASW, di Kelurahan Padang Nangka.

Penyidik juga menyasar rumah seorang kontraktor swasta, BM, di Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung.

Dari dua lokasi awal tersebut, KPK masing-masing menyita 3 koper dokumen, sehingga total sembilan koper diamankan KPK khusus pada hari Kamis saja.

Rangkaian penindakan ini kian memperpanjang deretan lokasi yang disisir KPK di Kota Bengkulu.

On-site inspection ini melengkapi penggeledahan marathon dalam beberapa hari terakhir.

Pada Rabu (12/8) malam, penyidik mengangkut 3 koper dari rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu, HO, di Kelurahan Nusa Indah.

Sebelumnya pada Jumat (7/8), KPK menyita 3 koper dokumen dari kediaman Sekretaris DPRD Kota Bengkulu, ST.

Sedangkan pada Kamis (6/8), penyidik menyisir rumah mantan Pj Wali Kota Bengkulu, AG, dan berhasil menyita 4 koper.

Rangkaian aksi penggeledahan maraton ini dilakukan terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Langkah ini sekaligus merupakan bagian dari pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Dimana hasil OTT tersebut KPK menahan Bupati Rejang Lebong nonaktif Muhammad Fikri Thobari beserta sejumlah ASN dan kontraktor. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *