Bengkulu, Satujuang.com – Beredarnya video aksi demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (24/9/26), mendadak disorot publik.
Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria berkemeja hitam berdiri santai di tengah barisan ketat aparat kepolisian sambil melakukan gestur provokatif ke arah massa.
Aksi pria berpakaian sipil itu langsung memancing perhatian dan amarah para pengunjuk rasa di lokasi kejadian.
Hingga kini, identitas maupun motif di balik gestur pria yang leluasa berada di dalam barisan pengamanan tersebut masih diselimuti tanda tanya.
Menanggapi keberadaan video viral tersebut, Polda Bengkulu menegaskan bakal mengusut dan mengevaluasi rangkaian penanganan unjuk rasa yang berakhir dengan penyemprotan water cannon tersebut secara menyeluruh.
“Kami menyayangkan adanya kericuhan saat pengamanan unras. Pada awalnya kegiatan berlangsung aman dan damai. Terhadap apa yang kemudian terjadi, kami akan mengevaluasi dan melakukan pendalaman secara utuh,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto.
Imam menjelaskan, pihak kepolisian kini tengah mencermati seluruh footage dan bukti video yang beredar di media sosial.
Langkah ini diambil agar informasi yang disampaikan ke publik murni berbasis data objektif tanpa memicu kesimpulan liar.
“Kami memahami masyarakat membutuhkan penjelasan. Karena itu, kami tidak ingin berspekulasi. Video dan informasi yang beredar akan kami dalami secara objektif, sehingga apa yang disampaikan nantinya dapat memberikan gambaran yang utuh,” tegas Imam.
Polda Bengkulu turut mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh asumsi yang belum terverifikasi.
Publik kini menunggu penjelaskan resmi terkait identitas pria misterius di balik barikade aparat tersebut. (Red)












