Bengkulu, Satujuang.com – Keluhan terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus (RSMY) Bengkulu seperti tidak berkesudahan.
Pasien dan keluarga pasien mengeluhkan maraknya populasi nyamuk di dalam ruang perawatan rawat inap yang terkesan dibiarkan seperti tak terurus.
Keluarga pasien bahkan terpaksa membawa perlengkapan sendiri dari rumah, lotion anti-nyamuk, hingga raket listrik demi menghalau gigitan serangga di malam hari.
“Pasien butuh istirahat total untuk sembuh, tapi setiap malam tidak bisa tidur karena dikerumuni nyamuk. Kami khawatir bukannya sembuh, malah kena penyakit baru,” ujar salah satu keluarga pasien di lokasi, Sabtu (26/9/26).
Serbuan nyamuk tersebut disinyalir akibat minimnya pemeliharaan fasilitas sanitasi lingkungan rumah sakit.
Jendela dan ventilasi kamar tidak dilengkapi kawat kasa, ditambah buruknya saluran drainase.
Pengelola rumah sakit dinilai tidak konsisten menjalankan pengendalian hama (pest control) maupun pengasapan (fogging) berkala.
Kondisi ini tak hanya mengganggu waktu istirahat dan memicu stres pasien, tetapi juga berisiko fatal memicu penularan infeksi nosokomial seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, hingga Malaria pada pasien yang dalam masa pemulihan.
Manajemen RSUD didesak untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan sanitasi secara menyeluruh.
Langkah cepat dinilai mendesak guna mengembalikan standar kebersihan dan mutu pelayanan rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bengkulu tersebut. (Red)












