Kebut Akreditasi, RS Pratama Ipuh Ditargetkan Layani Pasien BPJS Kesehatan Tahun Ini

2 menit baca

Mukomuko, Satujuang.com – Kabar gembira bagi peningkatan fasilitas medis di Mukomuko bagian selatan. RS Pratama Ipuh ditargetkan layani pasien BPJS Kesehatan pada tahun 2026 ini.

Saat ini, pihak manajemen rumah sakit bersama pemerintah daerah sedang mengebut pemenuhan tahapan akreditasi.

Proses akreditasi tersebut menjadi syarat utama yang wajib dipenuhi agar bisa menjalin kerja sama resmi dengan pihak BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat SKM MSi, memastikan persiapan akreditasi sudah mulai berjalan di lapangan.

Fokus utama instansinya saat ini adalah menyisir seluruh kekurangan aspek operasional sebelum masuk ke tahap penilaian resmi.

“Prosesnya sudah jalan, sekarang masih tahap persiapan menuju penilaian,” ujar Jajat, Kamis (9/7/26).

“Seluruh kebutuhan akreditasi sedang dilengkapi, mulai dari administrasi, sarana prasarana, hingga kesiapan tenaga kesehatan,” tambahnya.

Jajat menjelaskan bahwa sertifikat akreditasi merupakan kunci utama pembuka layanan jaminan kesehatan nasional.

Jika faskes ini lolos standar nasional, warga Ipuh tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke luar daerah.

Keberadaan jaminan ini dipastikan akan memangkas jarak dan waktu tempuh pasien secara signifikan.

Direktur RS Pratama Ipuh, dr Vivi Susilowati, membenarkan bahwa jajarannya tengah melakukan pembenahan internal secara total.

Pemenuhan dokumen mutu pelayanan menjadi prioritas utama pihak faskes saat ini.

“Kita memang lagi persiapan dan pemenuhan berkas supaya RS Pratama bisa terakreditasi dan kerja sama dengan BPJS,” kata dr Vivi.

“Target kita agar masyarakat bisa segera rawat inap di sini, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke Mukomuko,” harapnya.

Rencana pembukaan akses BPJS di RS Pratama Ipuh ini disambut antusias oleh jajaran pemerintahan desa setempat.

Kepala Desa Air Buluh, Hajratul Aswat, menyampaikan bahwa layanan rawat inap dengan skema BPJS sangat dinanti masyarakat bawah.

Hajratul menilai dampak positif dari beroperasinya rumah sakit ini tidak hanya berhenti pada sektor medis semata.

Kehadiran fasilitas ini diyakini akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi warga lokal.

“Layanan rawat inap dan kerja sama BPJS ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Kalau hal itu sudah berjalan, pasti geliat aktivitas di rumah sakit akan ramai dan memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkas Kades. (Sulbani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *