Layanan Cuci Darah RSMY Sempat Lumpuh, Pemprov Bengkulu Minta Maaf

2 menit baca

Satujuang, Bengkulu- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyampaikan permohonan maaf atas kelumpuhan layanan cuci darah RSMY yang sempat terjadi sejak Rabu (15/4) kemarin.

Kelumpuhan layanan hemodialisis di RSUD M Yunus (RSMY) tersebut dipicu oleh kekosongan stok Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).

Atas kejadian itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Herwan Antoni, mewakili Gubernur Bengkulu, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSMY pada Kamis (16/4/26) pagi.

Didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nelly Alesa, Herwan menemui langsung puluhan pasien gagal ginjal yang terdampak untuk memastikan layanan kembali pulih.

“Kami mewakili Gubernur menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kendala ini. Kami sudah mendengar langsung keluhan masyarakat, dan kami pastikan hari ini pelayanan kembali normal,” ujar Herwan.

Sebagai bentuk empati, pemerintah membagikan konsumsi berupa nasi kotak kepada para pasien dan keluarga yang telah menunggu lama.

Krisis BMHP hingga hari Kamis ini diklaim karena macetnya distribusi logistik oleh pihak ekspedisi yang sulit dihubungi hingga Kamis siang pukul 12.00 WIB.

Direktur RSMY Hery Kurniawan mengungkapkan pihaknya terpaksa mengambil langkah non-konvensional untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Setelah melacak posisi pengiriman melalui GPS, diketahui barang tersebut tertahan di wilayah Kabupaten Seluma.

“Karena belum ada respons dari ekspedisi, kami berinisiatif menjemput langsung BMHP tersebut menggunakan ambulans rumah sakit,” tegas Hery.

Ia melanjutkan, “Ini langkah darurat agar kebutuhan pelayanan segera terpenuhi.”

Pasokan medis tersebut akhirnya tiba pada Kamis sore, memungkinkan dimulainya kembali tindakan medis.

Direktur Hery dilaporkan turun langsung ke ruang perawatan untuk mengawasi proses dimulainya tindakan medis.

Sebelumnya saat sidak, Sekda Herwan Antoni juga menginstruksikan agar petugas medis tetap siaga memberikan pelayanan hingga seluruh pasien terlayani, meskipun harus lembur hingga malam hari.

Selain perbaikan internal, pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu mengakatakan akan mendorong optimalisasi layanan cuci darah di rumah sakit daerah kabupaten/kota.

Langkah ini diambil agar pasien daerah tidak menumpuk di RSMY, sehingga risiko lonjakan beban layanan dapat dimitigasi.

Manajemen RSMY berjanji akan melakukan evaluasi total pada sistem logistik mereka untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Meski situasi telah terkendali, keluarga pasien berharap kejadian membahayakan nyawa seperti ini tidak menjadi preseden buruk di masa depan.

“Cuci darah ini tindakan rutin yang tidak bisa ditunda. Kami minta sistem pemesanan diperbaiki agar kejadian darurat ini tidak terulang kembali,” pungkas salah satu keluarga pasien. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *