Capai 96 Persen, Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu Ditargetkan Beroperasi Agustus Ini

3 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Progres pembangunan fisik megaproyek Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu kini telah capai 96 persen dan ditargetkan beroperasi Agustus ini.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meninjau langsung lokasi proyek di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, pada Rabu (8/7/26).

Gedung ini dikejar tayang agar siap digunakan tepat pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tanggal 14 Agustus 2026 mendatang.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto.

Program ini lahir untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terbentur biaya.

Berkat sikap proaktif Pemerintah Provinsi Bengkulu, daerah ini dipercaya mendapatkan alokasi anggaran fantastis sebesar Rp500 miliar dari pusat untuk membangun dua Sekolah Rakyat, yakni di Kota Bengkulu dan di Desa Cucupan (Kabupaten Kaur), serta satu Sekolah Garuda di Kabupaten Rejang Lebong.

“Pendidikan menjadi hal yang sangat prioritas bagi bangsa. Ini adalah program yang sangat berharga yang lahir di era Presiden Prabowo. Yang penting proses belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik, sehingga siswa-siswi kita dapat menjadi putra-putri Merah Putih terbaik,” ujar Helmi Hasan dalam kunjungan.

Helmi Hasan menyatakan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban atas jeritan masyarakat bawah terkait sulitnya akses pendidikan dan tingginya angka putus sekolah.

Ia menegaskan, Presiden tidak ingin ada lagi anak di Bengkulu yang tidak bersekolah.

Untuk itu, Gubernur memerintahkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah terkait untuk bergerak agresif menjemput bola ke lapangan.

“Coba lakukan tracking data kemiskinan dan usia sekolah melalui Dukcapil karena semuanya sudah terdata digital. Cari dan ajak anak-anak kita yang ingin bersekolah namun terkendala biaya. Jangan sampai ada lagi anak bangsa yang tidak sekolah,” tegas Helmi.

Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, menjelaskan bahwa tata kelola Sekolah Rakyat ini berada di bawah ketentuan Kementerian Sosial (Kemensos).

Sekolah ini mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks makro.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, gelombang pertama siswa yang akan ditampung meliputi:

  • Siswa SD: 46 orang (tahap awal menerapkan sistem multi-entry karena baru tersedia satu rombongan belajar).
  • Siswa SMP: 90 orang.
  • Siswa SMA: 226 orang.
  • Tenaga Pendukung: Didukung oleh 14 guru serta 41 tenaga kependidikan.

Dalam jangka panjang, satu kompleks Sekolah Rakyat ini diproyeksikan memiliki kapasitas maksimal hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar (Rombel).

Rinciannya, jenjang SD terdiri dari 18 rombel (540 siswa), sedangkan SMP dan SMA masing-masing memiliki 9 rombel (270 siswa).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, bersama jajaran Kepala Dinas PUPR, Kadis Sosial, Kadisdikbud, hingga Kasatpol PP Provinsi Bengkulu. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *