Usin Sembiring: Mahasiswa Hukum Wajib Bangun Nalar Kritis, Bukan Sekadar Hafal Pasal

2 menit baca

Satujuang, Bengkulu- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring menegaskan bahwa mahasiswa hukum harus membangun nalar kritis dan keberanian berpikir, bukan sekadar menghafal pasal.

Pernyataan tersebut disampaikan Usin saat menghadiri penutupan Law Festival (LawFest) Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH UNIB) di Gedung C UNIB, Minggu (14/12/25) kemarin.

Sebagai Ketua Alumni FH UNIB, Usin mendukung LawFest dijadikan agenda tahunan BEM FH UNIB untuk penguatan intelektualitas mahasiswa.

Menurut Usin, memilih Fakultas Hukum berarti memilih sikap hidup yang menuntut kepekaan terhadap keadilan, keberanian membedakan benar dan salah, serta konsistensi moral.

“Mahasiswa hukum harus punya critical thinking, bukan hanya copy–paste materi. Jangan takut bertanya dan jangan alergi terhadap perbedaan pendapat,” tegas Usin yang juga merupakan ketua Komisi IV.

Usin menilai kampus merupakan ruang aman untuk melatih nalar, karakter, dan keberanian moral sebelum mahasiswa terjun ke tengah masyarakat.

Selain itu, Usin mengingatkan bahwa aktivisme mahasiswa tidak cukup hanya menyuarakan kritik, melainkan harus mampu melahirkan gagasan berdampak dan solutif.

Ia juga menyoroti tantangan dunia hukum di era digital, termasuk isu AI, kejahatan siber, dan perlindungan data pribadi, yang menuntut mahasiswa hukum berpikir adaptif dan progresif.

Menutup sambutannya, Usin menegaskan bahwa menuju Indonesia Emas 2045, bangsa ini membutuhkan generasi hukum yang cerdas, berintegritas, dan berani bertindak.

“Jadilah mahasiswa hukum yang bukan hanya paham aturan, tapi peduli keadilan. Dari kampus inilah perubahan besar dimulai,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *