Kota Bengkulu, Satujuang.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Tarzan Naidi (TNZ), diperiksa intensif di Mapolresta Bengkulu terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus tabrak lari maut yang terjadi di Kawasan Pantai Panjang, Senin (18/8) pagi.
Insiden nahas ini berlangsung sekitar pukul 06.09 WIB di belakang Bencoolen Mall (BIM). Mobil Toyota Kijang Innova BD 1506 CY berwarna biru, yang merupakan kendaraan dinas Pemkot Bengkulu, melaju kencang dari arah Pasir Putih menuju Sport Centre.
Pengendara sepertinya sedang buru-buru untuk menghadiri acara besar yang sedang digelar di Pantai Panjang.
Saat berusaha menyalip kendaraan lain, mobil justru mengambil jalur kiri dan menabrak pasangan suami istri yang sedang jogging. Akibat kejadian itu, Adi Aprianto (49), sang suami, meninggal dunia.
“Menurut keterangan pelaku, setelah menabrak korban ia kabur karena takut menghindari massa,” ungkap Kasat Lantas Polresta Bengkulu, AKP Aan Setiawan saat diwawancarai wartawan, Selasa (18/8/25).
Kerasnya benturan menyebabkan kaca spion kiri mobil terlepas dan bemper penyok. Warga yang berada di lokasi sempat mengambil spion yang terlepas tersebut lalu melaporkannya ke polisi.
Bermodalkan barang bukti itu, ditambah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, petugas berhasil melacak kendaraan.
Sore harinya, polisi mendapati mobil dinas tersebut terparkir di rumah TNZ di kawasan Lingkar Barat.
Setelah dilakukan pencocokan, spion yang ditemukan warga sesuai dengan kendaraan pelaku. TNZ kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban menuntut agar kasus ini diproses secara adil.
“Pelaku harus diberi hukuman setimpal,” tegas Nisa, keluarga korban.
Hingga saat ini, penyidik Polresta Bengkulu masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta menetapkan status hukum TNZ.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran melibatkan pejabat aktif di lingkungan Pemkot Bengkulu. (Red)











