Pembangunan Pembangkit Listrik Sempat Diundur, Gubernur Rohidin Surati Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI

2 menit baca

Bengkulu – Terkait pembangunan pembangkit listrik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengambil langkah cepat menyurati Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI.

Hal itu terkait pembangunan pembangkit listrik untuk mengaliri Potensi Geothermal Hulu Lais Kabupaten Lebong yang jadwalnya sempet mundur sedikit.

“Di tempat lain, tetangga sebelah (Muara Enim) sudah ada beroperasi. Dan tentunya ini akan berimbang, area wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumsel, Bengkulu dan Lampung) ke depan akan menjadi lumbung Geothermal Indonesia yang cukup besar,” ujar Gubernur Rohidin Mersyah usai pertemuan di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kamis (11/5/23).

Dijelaskan Gubernur, daerah Bukit Barisan di Sumatera sangat cukup memiliki potensi Geothermal jika terus dilakukan eksplorasi tambahan. Sehingga jika Geothermal ini sudah terkelola dan termanfaatkan tentu jadi solusi mengatasi masalah kelistrikan di Bengkulu.

Potensi Geothermal di wilayah Hulu Lais Lebong sudah dalam posisi siap dengan kapasitas 110 MW. Dan saat ini tinggal membangun pembangkit dan jaringan oleh PT PLN.

“Namun terdapat hambatan terkait klausul kebijakan pemerintah bahwa pembangkit dan jaringan harus menggunakan produk dalam negeri minimum 25 persen (Perpres No. 16 Tahun 2018). Sementara, pada awal dahulu sudah dilakukan kontrak dengan negara Jepang dan siap menggunakan produk dari negara manapun,” terang Rohidin.

Dengan begitu, Pemprov akan bersurat khusus ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI terkait kendala ini. Karena komitmen kontrak ini sudah berjalan mulai dari 4-5 tahun yang lalu sementara peraturan ini baru berlaku pada tahun 2023.

Jika dilihat dari ketentuannya, kendala ini bisa mendapatkan kebijakan dispensasi dan ada satu proyek PGE juga di provinsi lain bisa berlaku begitu.

“Harapan kita, jika ini dapat diselesaikan pada 2024 mendatang maka bisa beroperasi dan akan berdampak pada perekonomian Bengkulu maupun secara nasional dapat berkontribusi menciptakan ketahanan energi,” pungkas Gubernur Rohidin. (nt/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *