Kepahiang, Satujuang.com – Ratusan warga Desa Tangsi Duren hingga Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, turun tangan memperbaiki jalan provinsi sepanjang enam kilometer yang rusak parah.
Aksi gotong royong ini lahir dari slogan bantu rakyat yang dibalas rakyat bantu pemerintah.
Jalan tersebut diketahui sudah rusak sejak lima tahun terakhir.
Kondisinya dipenuhi ratusan lubang menganga yang mengancam keselamatan pedagang sayur, anak sekolah, hingga pengunjung wisata.
Ketua pelaksana kegiatan, Surono (48), menjelaskan warga awalnya menyepakati pembersihan bahu jalan dan penambalan menggunakan aspal hotmix.
“Senin kemarin kami melakukan tebas bayang atau pembersihan jalan dari Tangsi Duren hingga Bogor Baru karena sudah banyak tanaman yang masuk ke badan jalan. Setelah itu kami membersihkan lubang dan menambalnya dengan aspal hotmix,” ucap Surono, Selasa (28/7/26).
Terdapat lebih dari 200 lubang dengan kondisi parah hingga ringan di sepanjang lintasan tersebut, kondisi itu memicu banyak kecelakaan lalu lintas.
“Sudah banyak kejadian kecelakaan, baik pengunjung wisata maupun anak-anak sekolah. Selain itu, kendaraan angkutan sayur juga sering patah as ketika masuk lubang, sehingga aktivitas jual beli menjadi terganggu,” ungkap Surono.
Usulan perbaikan jalan sebenarnya sudah sering disampaikan. Namun, keterbatasan anggaran jadi alasan sehingga jalan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
Warga akhirnya mengambil inisiatif mandiri dengan patungan dana secara sukarela. Bantuan dana juga mengalir dari politisi lokal:
- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edward Samsi.
- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Rizki Heri Aji Suwela.
- Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Dwi Pratiwi Nur Indah Sari.
“Total dana yang terkumpul kurang lebih Rp 15 juta. Uang itu digunakan untuk membeli empat ton aspal hotmix, satu dump truk batu koral, satu drum aspal cair, minyak, dan konsumsi untuk para peserta gotong royong,” terang Surono.
Warga berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti aksi mandiri ini dengan pengaspalan yang lebih layak.
Dariono, seorang pengendara, mengaku jauh lebih nyaman melintas usai jalan tersebut ditambal warga.
“Jalannya sudah baik ketimbang sebelumnya. Ini dapat menjadi contoh daerah lain yang jalannya masih rusak, warga inisiatif,” ujar Dariono. (Red)











