Nisa Sabyan Oh Nisa Sabyan

Oleh : Dita Sinardin

Menghentikan orang membicarakannya ?

Tentu tidak bisa !

Risiko jadi publik figur. Suruh siapa dia jadi artis, terlebih artis berpenampilan Islami yang sehari-hari menyanyikan lagu-lagu mengajak pada kebaikan. Bukan soal aib, tapi hal yang menyangkut seorang tokoh publik, maka sudah barang tentu akan menjadi sorotan publik.

Hijabnya memang tidak salah. Karena hijab adalah pakaian muslimah. Tapi bukankah dia sedari awal terjun menjadi penyanyi religi sudah memahami bahwa dia adalah kiblat remaja ideal bagi mayoritas orang ?

Baca Juga :  Pemerintah Bisa Dituntut Karena Jalan Rusak, Ini Dasar Hukumnya

Bukankah dia tahu bahwa dengan menjadi penyanyi religi yang syairnya selalu mengajak pada kebaikan, setidaknya dia harus bisa menjaga syair-syair tersebut agar sejalan dengan tindak tanduknya ?

Dia sudah berusia 21 tahun. Usia dewasa yang pasti sangat paham bahwa Ayus adalah suami orang. Ayah dari dua putra yang sangat lucu.

Mengapa Nisa buta oleh perasaan ?

Kata pujangga cinta tak pernah salah. Kalo kata saya bullshit. Cinta bisa datang dan pergi. Tak sulit untuk menghilangkan romansa sesaat, untuk kemudian melabuhkan hati pada yang dihalalkan

Baca Juga :  KISAH RADEN BURNIAT

Ayus di sini tentu saja menang banyak. Tak ganteng, tidak pula keren, malah agak bulukan kalo kata netizen, kok bisa-bisanya Nisa melabuhkan hati padanya sampai menjadi irrasional ?

Tentu sangat mudah bagi Nisa bila ingin mendapatkan lelaki baik yang lebih segalanya dari Ayus. Paling utama tentu yang masih single. Dia cantik, imut, menarik, bersuara merdu. Di grup Sabyan, dialah bintangnya. Sekalipun band punyanya Ayus, Nisa tetap akan dipuja dan menjadi besar bila dia membentuk band sendiri demi menghindari Ayus misalnya, demi tetap utuhnya rumah tangga Ririe-Ayus

Baca Juga :  Pendidikan Maju, Indonesia Hebat

Tapi nyatanya ini anak malah terjerumus hingga ikut menumpahkan cap kotor bagi agamanya.

Islampun ikut dihujat.

Hijab menjadi bulan-bulanan.

Media sosial penuh dengan pemberitaannya.

Semua ikut menjadi buruk.

 

Nauzubillahiminzalik…

 

Penulis adalah seorang jurnalis yang masih aktif bekerja disalahsatu perusahaan media di Bengkulu

sumber : fb penulis