Korem 084/BJ Beri Pembekalan Bintara dan Tamtama Baru

Kasrem 084/BJ saat Beri Pembekalan Bintara dan Tamtama Baru.

Surabaya – Dalam rangka menyiapkan prajurit dalam pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan wilayah, Korem 084/Bhaskara Jaya berikan pembekalan kepada Bintara dan Tamtama baru.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Bhaskara Makorem 084/BJ jalan Jendral A. Yani No 1 Surabaya, Senin (21/2/22)

Pada kesempatan itu, Kasrem 084/BJ, Kolonel Inf Erwin Rustiawan memberikan pembekalan dan wawasan terhadap personil Bintara dan Tamtama.

Tujuannya agar pada saat menjalankan tugas nantinya bisa menguasai dan memahami sebagai aparat satuan kewilayahan.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Jatim Antisipasi Kepadatan Arus Balik di Pos 9.1 Pendem

Kasrem berharap, kepada seluruh personil Baru Korem agar dapat menunjukan Sikap Ter, saat berhubungan dengan segenap lapisan masyarakat.

“Serta dapat mewujudkan sikap dan kepribadian dalam menjalin hubungan dengan masyarakat guna mendukung pelaksanaan tugas di wilayah,” terang Kasrem.

Menurutnya, sifat dan tujuan dari terwujudnya Sikap Ter yaitu mengayomi, melindungi dan kebersamaan, musyawarah untuk mencapai mufakat.

Baca Juga :  Respon Cepat, Tenaga Kesehatan Didampingi Babinsa Sidayu Lakukan Tracing

“Tentunya dengan rasa kekeluargaan serta gotong royong bersama-sama dengan masyarakat pada saat berada di wilayah binaannya,” pesan Kasrem.

Bagi prajurit yang nantinya sebagai Babinsa, kata Kasrem, harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, mengayomi, berkomunikasi serta menjadi panutan dan berpenampilan yang baik.

“Penampilan prajurit adalah suatu sikap perilaku secara fisik sebagai cerminan yang tulus dan dapat memberikan respon positif di wilayah binaannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Sertijab Dandim 0831/ST Dipimpin Danrem 084/BJ

Diakhir, Kasrem mengatakan, prajurit diharuskan untuk beribadah sesuai agama masing-masing, junjung tinggi dan menghargai adat istiadat, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan patuh terhadap hukum.

“Kegiatan yang di larang bagi prajurit yaitu melakukan kegiatan yang dapat merusak citra satuan, melanggar nilai dan norma agama, bersikap arogansi kepada masyarakat dan melakukan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat,” pungkas Kasrem. (@Arjun)