Bengkulu Tengah, Satujuang.com – Leni (40), warga Desa Taba Mutung Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sudah diperkenankan pulang kembali ke rumah, Sabtu (26/2/22).
IRT ini, baru saja melahirkan dengan selamat di RS Gading Medika Kota Bengkulu. Sebelumnya, ia sempat mendapat penolakan layanan medis di 3 RS di Kota Bengkulu, karena hasil swabnya dinyatakan positif Covid-19.
Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, merasa kecewa dengan kejadian yang tidak mengenakan ini. Secara kelembagaan, manajemen RSUD Benteng akan panggil terkait insiden ini.
“Kami akan memanggil dan mempertanyakan mengapa Ibu Leni ini harus mendapatkan penanganan melahirkan di RS Rafflesia Bengkulu. Sedangkan dokter Joko yang merupakan spesialis kandungan, bertugas di RSUD Benteng,’’ tegasnya.
Fepi mengatakan, ke depan tidak ingin ada lagi warga Kabupaten Bengkulu Tengah yang mengalami hal yang serupa.
“Saya mendapatkan telepon malam-malam jika Leni ini ditolak di tiga RS di Kota Bengkulu. Mendapatkan telepon saya langsung menuju Kota Bengkulu. Akhirnya saya mengajak yang bersangkutan ke RS Gading Medika. Alhamdulilah dilayani hingga lahiran,” jelasnya.
Kalau memang bicara soal Covid-19, seharusnya pasien mendapatkan pelayanan khusus dan ruangan khusus. Sebab, semua RS di Provinsi Bengkulu ini sudah diminta dan memang harus menyediakan ruangan khusus.
“Bukan malah ditolak seperti ini. Lagian itu baru hasil swab antigen yang hasilnya belum pasti karena belum swab PCR. Jujur saya sangat miris mendapatkan informasi seperti ini. Kami DPRD tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,” tukasnya. (Adv)











