Bupati Hadiri Halal Bi Halal Khodimul Wahidiyah Kabupaten/Kota Malang

2 menit baca

Mengingat selama tahun 2020 dan 2021 anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19, di mana menyelamatkan nyawa manusia merupakan hukum di atas segalanya.

“Baru tahun ini Covid-19 mulai mereda dan mudah-mudahan nantinya bisa segera selesai sehingga tidak ada kasus Covid-19 lagi. Dengan demikian anggaran dapat difokuskan,” terang Bupati Malang.

Sanusi menyampaikan sebuah hadis Rasulullah, Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih.

Artinya barangsiapa yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni.

Oleh sebab itu, orang-orang beriman yang telah menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan sebenar-benarnya diharapkan seperti bayi yang dilahirkan, kembali fitrah dan suci tanpa dosa.

Terkait pergantian kepengurusan Yayasan Perjuangan Wahidiyah Kabupaten/Kota Malang, Bupati Malang menyampaikan harapannya

“Siapapun nantinya yang memimpin, organisasi dapat tetap loyal dan bersatu, karena pergantian kepemimpinan dalam suatu organisasi merupakan suatu kewajaran,” ujarnya.

Seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an bahwa ada tiga hal yang harus ditaati, yaitu Allah SWT, Rasulullah dan pemerintah.

Sehingga dalam berorganisasipun tidak boleh melanggar aturan, baik aturan agama maupun aturan pemerintah, agar tercipta kerukunan dan kedamaian.

“Selayaknya hadis Rasulullah yang artinya bahwa berjamaah itu adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah adzab. Untuk itu, marilah jaga persatuan, NKRI harga mati. NKRI harus kita pertahankan sampai kapanpun,” pungkas Bupati Malang. (prokopim/dws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *