Bengkulu – Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama atau SLTP di Kota Bengkulu mengaku kecewa.
Pasalnya, proses seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau (O2SN) tahun 2022 tidak melalui mekanisme atau tahapan yang ditetapkan Sekjen Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Riset dan Teknologi RI.
Dari informasi, peserta yang diikut sertakan mewakili Kota Bengkulu di tingkat Provinsi hanya dikirimkan oleh pihak sekolah secara daring oleh operator sekolah ke Dinas Diknas Kota Bengkulu.
Sementara tahapan seleksi di jenjang kecamatan atau anyar sekolah belum diselenggarakan.
Berdasarkan Pedoman Teknis Pelaksanaan O2SN bagi siswa SD dan SMP itu, siswa atlet yang berhak mewakili Kabupaten/Kota ke tingkat Provinsi adalah siswa yang sudah melalui seleksi di tingkat kecamatan.
Proses seleksi sendiri melibatkan wasit juri dari induk organisasi cabor, yakni pencak silat dan karate.
Sumber media ini menyebut ada beberapa nama yang didaftarkan sebagai atlet yang mewakili Kota Bengkulu di cabang olah raga karate. Mereka berasal dari 3 SMP di Kota Bengkulu.
Tahapan seleksi di tingkat provinsi sendiri dimulai tanggal 22-24 Juli 2022, yakni seleksi administrasi dan keabsahan peserta.
Setelah itu dilanjutkan dengan seleksi dan penilaian. Nama pemenang akan diumumkan pada 1 Agustus 2022.
Terkait banyak siswa yang tak ikuti seleksi O2SN itu Kadis Diknas Kota Bengkulu, Sehmi mengatakan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara daring.
Namun saat ditanyakan mengapa sejumlah sekolah tak berpartisipasi, Sehmi tak menjawab konfirmasi.
Sementara Kabid Dikdas Hutemen mengatakan ada anggaran untuk tahapan seleksi tingkat kota meski digelar secara daring.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengaku heran bila sekolah tidak mengetahui hajat nasional ini.
“Kok sampai tidak tahu ” ujarnya.
Dedy tidak lagi menjawab saat diberikan informasi bahwa ada sekolah yang mengaku tidak tahu tahapan O2SN ini. (rri/danis)











