Temuan Mayat di Joglo Taman Budaya Bengkulu Bikin Geger Minggu Pagi

Kota Bengkulu, Satujuang.com – Peristiwa temuan mayat di bawah bangunan joglo pendopo Taman Budaya Padang Harapan, Kota Bengkulu mendadak menggemparkan masyarakat setempat pada Minggu (1/11/26) pagi.

Insiden temuan mayat tersebut sontak memicu kepanikan warga dan para pelari yang tengah memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga di kawasan fasilitas publik milik pemerintah daerah itu.

Korban diketahui merupakan seorang pria berinisial PE (33), warga yang tercatat berasal dari Provinsi Sumatera Selatan.

Jasad korban ditemukan pertama kali terbujur kaku di lantai pelataran joglo dengan kondisi yang mengindikasikan adanya dugaan tindakan nekat mengakhiri hidup.

Kecurigaan tersebut semakin diperkuat dengan ditemukannya sebuah botol berisi cairan yang diduga kuat merupakan racun rumput di dekat tubuh korban.

Salah seorang petugas keamanan (satpam) Taman Budaya, Syahrozi, menuturkan bahwa dirinya sempat berpapasan dan melihat keberadaan korban pada dini hari sebelum insiden terungkap.

Kala itu, Syahrozi mengira pria tersebut hanyalah warga biasa yang sedang menumpang tidur karena pengaruh minuman keras.

“Memang awal dini hari sempat melihat yang bersangkutan tiduran di lokasi. Karena mengira hal tersebut orang mabuk, saya tidak terlalu menghiraukannya,” ujar Syahrozi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Namun, dugaan tersebut meleset jauh ketika suasana kawasan Taman Budaya mulai ramai dipadati warga sekitar pukul 06.00 WIB untuk berolahraga jalan pagi.

Seorang warga yang tengah melintas curiga melihat korban tidak bergerak sama sekali meski area sekitar joglo sudah dipenuhi hiruk-pikuk aktivitas masyarakat.

Warga yang cemas lantas segera memberitahu pos keamanan taman guna memastikan kondisi denyut nadi pria yang tergeletak tersebut.

“Paginya, ada orang yang sedang berolahraga melihat korban sudah tidak bernyawa lagi, sehingga memanggil saya dan kemudian kami menghubungi petugas kepolisian,” tutur Syahrozi menambahkan.

Syahrozi turut mengungkapkan kondisi fisik jasad korban saat didekati pertama kali bersama saksi lain di tempat kejadian perkara.

“Di dekat tewasnya yang bersangkutan ditemukan juga sebotol racun yang diduga digunakan untuk bunuh diri. Dilokasi kejadian sempat ada botol diduga racun rumput, dan saat ditemukan pertama kali ada busa yang keluar dari mulut korban,” bebernya.

Mendapatkan laporan kegawatdaruratan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan area tempat kejadian perkara.

Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (INAFIS Satreskrim) Polresta Bengkulu bersama personel piket Polsek Gading Cempaka langsung diterjunkan ke lokasi guna memasang garis polisi.

Petugas berseragam lengkap melakukan olah tempat kejadian perkara secara terperinci, mendokumentasikan posisi jenazah, serta mengamankan barang bukti botol racun rumput dan barang pribadi milik korban.

Setelah pemeriksaan awal di lokasi tuntas, aparat memasukkan jasad korban ke dalam kantong jenazah berwarna oranye untuk proses evakuasi medis.

Jenazah pria tersebut lantas dibawa menggunakan mobil ambulans menuju instalasi forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu guna keperluan visum et repertum.

Kapolsek Gading Cempaka AKP Surya Rahmat Purnama membenarkan adanya peristiwa menggegerkan di area joglo Taman Budaya Padang Harapan tersebut.

Kapolsek menegaskan bahwa jajarannya langsung mengambil tindakan taktis begitu menerima laporan darurat dari masyarakat dan pihak keamanan pengelola taman.

“Pasca menerima laporan, anggota piket Polsek Gading Cempaka langsung meluncur ke lokasi kejadian bersama tim INAFIS untuk mengamankan TKP dan mengevakuasi korban,” tegas AKP Surya Rahmat Purnama saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap latar belakang persoalan korban hingga nekat mengakhiri hidup di ruang publik.

Polisi juga tengah berupaya menghubungi pihak keluarga korban di Sumatera Selatan guna mengonfirmasi kepulangan jenazah usai pemeriksaan medis rampung.

Kawasan Taman Budaya Bengkulu sendiri selama ini dikenal sebagai ruang terbuka publik yang sangat populer di Kota Bengkulu bagi warga yang ingin berekreasi santai maupun menggelar latihan seni budaya.

Masyarakat yang berada di lokasi diimbau untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan rekaman visual kondisi korban di media sosial demi menghormati privasi dan kedukaan keluarga yang ditinggalkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *