Mukomuko, Satujuang.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mukomuko dijadwalkan akan memberangkatkan delapan siswa Sekolah Rakyat menuju Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 18 Juli 2026 esok.
Langkah nyata ini diambil sebagai wujud komitmen penuh pemerintah daerah dalam menjamin hak dan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Faisal Suta Wijaya, menerangkan bahwa pengiriman para pelajar ini dilakukan akibat keterbatasan infrastruktur pendidikan khusus di daerah.
Hingga saat ini, di wilayah Kabupaten Mukomuko sendiri memang belum tersedia satuan pendidikan resmi untuk Sekolah Rakyat.
“Keputusan kami mengirim para siswa ini ke Bengkulu diambil karena di wilayah Kabupaten Mukomuko belum tersedia satuan pendidikan Sekolah Rakyat. Total ada delapan orang siswa yang terpilih, mencakup jenjang SD hingga SMK,” urai Faisal kepada satujuang.com, Rabu (15/7/26).
Para pelajar yang dikirim tersebut tidak dipilih secara acak, melainkan melalui proses verifikasi dan survei mendalam yang objektif.
Tim pendamping sosial di setiap wilayah dikerahkan untuk melakukan penilaian dengan mempertimbangkan aspek kelayakan serta tingkat kebutuhan mendesak dari masing-masing calon siswa.
Kendati mendapatkan jaminan akses pendidikan gratis di tempat tujuan, biaya operasional perjalanan menuju lokasi sejauh ini masih menjadi tanggungan mandiri dari masing-masing wali murid.
Melihat kondisi ekonomi keluarga siswa yang terbatas, Dinsos Mukomuko melayangkan harapan besar agar pemerintah desa (Pemdes) setempat ikut ambil bagian secara aktif.
Pihak Pemdes diharapkan bisa mengalokasikan sedikit bantuan guna meringankan beban ongkos keberangkatan anak-anak tersebut bersama keluarganya.
“Saya sangat berharap pihak pemerintah desa dapat turut membantu meringankan biaya perjalanan para siswa ini bersama keluarganya,” ujar Faisal.
Gayung bersambut, kebijakan afirmasi pendidikan dari pemerintah daerah ini mendapat apresiasi tinggi dan respons cepat di tingkat desa.
Salah satunya datang dari Kepala Desa Semambang Makmur, Lamto, yang salah satu warga binaannya bernama Zahra ikut terpilih dalam program penuntasan pendidikan ini.
Lamto menegaskan kesiapan pemerintah desa untuk mengawal penuh warganya agar bisa menempuh pendidikan dengan layak tanpa terkendala masalah biaya transportasi.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Saya berkomitmen akan membantu semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan serta membiayai perjalanan anak tersebut hingga tiba di tempat tujuan dengan selamat,” tegas Lamto.
Setibanya di Provinsi Bengkulu, kedelapan siswa tersebut rencananya akan langsung ditempatkan di pusat pembelajaran Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Pekan Sabtu.
Pihak penyelenggara juga telah menyiapkan skema mitigasi penampungan secara matang.
Apabila fasilitas di lokasi utama dinilai belum memadai, para siswa akan ditempatkan sementara waktu di lingkungan gedung STAIN Bengkulu demi memastikan kenyamanan proses belajar mereka. (Zul)











